Melihat acara Tatap Muka TVOne semalam, Farhan yang mewawancarai Dahlan Iskan, raja media yang sekarang ‘tersesat di jalan yang benar’ menjadi Dirut PLN; saya tersentak…!

Bukan..

bukan tersentak seperti ketika melihat Ruhut Sitompul memanggil nama koleganya yang beda partai dengan sebutan yang tak pantas. Walaupun katanya sudah saling meminta maaf; akan tetapi ibarat kayu yang tertancap paku, pakunya hilang, bekasnya masih ada. Di Gayus Lumbuun mungkin bekasnya menghilang karena mendapat permintaan maaf langsung; tapi di hati rakyat, bekasnya pun masih ada; karena mereka diwakili oleh orang yang justru lebih mewakili partainya ketimbang rakyatnya.

Melihat dan menyimak cerita Dahlan Iskan; saya tersentak karena ternyata Dahlan Iskan melakukan transplantasi hati (baru tahu sekarang.. mungkin banyak orang sudah tahu tentang hal itu sebelumnya). Hatinya yang asli miliknya, sudah mengeras dan mengecil; sehingga diganti dengan hati yang lain, yang masih sehat.

Proses itu dilakukan secara fisik.

Hmm..
Hati yang keras dan mengecil harus diganti dengan hati yang sehat……..

Secara fisik, Dahlan Iskan melakukannya…

Tapi bukankah secara psikis kita perlu juga mengganti hati yang keras dan mengecil dengan hati yang sehat?

Dahlan Iskan mengundurkan diri dari 80 perusahaan, demi memegang amanah sebagai Dirut PLN. Mudah-mudahan niat baik; karena menurut pengakuannya; 2 tahun yang lalu, harusnya dirinya sudah meninggal. Orang yang pernah mengalami near death experience, biasanya memiliki kekuatan spiritual yang lebih.

Semoga saja demikian.

Walaupun Dahlan Iskan serba riskan; karena PLN yang dikelolanya saat ini juga mengalami penyakit kronis. Banyak sekali hal yang harus diperbaikinya; mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas yang salah makan, karena ditenagai oleh BBM; hingga trafo yang tidak memadai.

Dahlan Iskan serba riskan, karena bersandar pada nasib saja. Makanya dia bilang, selain bekerja keras, juga harus berdo’a keras.

Tuhan sedang menyayangi Indonesia, karena apa yang dilakukan para pejabat itu seperti diperlihatkan kepada rakyat.

Ketika PSSI mandul, pemain timnasnya tak mencetak gol, maka Hendri Mulyadi muncul dengan sepenuh hati untuk mengeksekusi. Walaupun tak mencetak gol dan tak akan dihitung golnya; tapi tindakannya adalah bukti betapa gregetannya rakyat kepada pengelola sepakbola di negeri ini.

Ketika banyak wakil rakyat yang punya hati (secara fisik) sehat; ada yang korupsi, mengumpat dan yang terkini adalah gambar kamar Artalita (Ayin), makelar koruptor yang mendapat beauty treatment dan kamar serba luks di Rumah Tahanan Pondok Bambu; semuanya ternyata memiliki hati (secara psikis) atau sering disebut qolb yang keras, mengecil dan tumpul…

Tranplantasi hati bisa dilakukan manusia

Entah bagaimana caranya Allah melakukan transplantasi qolbu…
mungkin dengan hidayah
hidayah adalah hak prerogatif Allah….

Semoga negara ini tetap disayang Allah, dan berkenan untuk melakukan transplantasi qalbu kepada segenap pejabat yang memerlukannya..

One thought on “Dahlan Iskan: Transplantasi Hati vs Transplantasi Qalbu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *