Jack Lord, PNS golongan III A, sehari-hari bekerja sebagai cleaning service di LPMP Riau. Padahal berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, sarjana lulusan Universitas Riau itu ditugaskan sebagai pembantu pimpinannya di LPMP.

Para petingginya kebakaran jenggot. Ditengarai, banyak kecurangan dilakukan, termasuk iming-iming kenaikan pangkat yang ternyata bodong.

Jack Lord sama golongan PNS-nya dengan Gayus Tambunan; Gol III-A juga. Gayus Tambunan punya rekening (yang ketahuan) hingga Rp 28 M; bisa memberikan cipratan Rp 50 juta kepada hakim Asnun.

Jack Lord sama pekerjaannya dengan Siswanto, cleaning service di Ditjen Pajak Surabaya yang punya rumah mewah, hingga bisa memberangkatkan umroh tetangganya, dan termasuk donatur di mesjid dekat rumahnya.

Pendidikan kini makin sumir outputnya.

Yang pintar dibodohi dan diberi pekerjaan yang tak sesuai dengan tingkat kepintarannya.

Yang pintar juga malah mengerjai negara, dengan pat pat gulipat, melakukan penggelapan, korupsi atau apalah namanya, hingga menguntungkan dirinya dan memperkaya orang lain yang ilegal.

Bahkan seorang Andi Kosasih yang hanya lulusan kelas III SD pun, merasa dikerjai oleh Gayus Tambunan; padahal semata ia hanya ingin membantu temannya, yang pengacara Gayus Tambunan.

Mau kemana pendidikan kita ini. Salah satu koran mengatakan bahwa anggaran pendidikan Indonesia naik (lagi) Rp 15.69 T.

Akan tetapi, jika output dan hasil pendidikan hanya akan dipermainkan oleh sistem yang tak sehat; maka daya tahan dari SDM kita, memang sangatlah lemah. Yang tak kuat iman akan jadi koruptor; yang tak berkarakter tak akan memberi manfaat apa-apa.

Sungguh, Jack Lord, Siswanto dan Gayus Tambunan yang memiliki benang merah PNS Gol III A dan Cleaning Service adalah cermin bahwa negeri ini memang sedang darurat karakter……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *