Adalah Nabi Daud yang memiliki kemampuan membengkokan besi. Konon, itu hanyalah tamsil, yang mengatakan besi itu adalah kekuasaan. Nabi Daud, dengan kekuatannya bisa mengalahkan kekuasaan yang luar biasa kuat.

Nabi Daud berlindung kepada Allah, yang Maha Kuat, sehingga apa pun yang ada dihadapannya, selama tak sesuai dengan kehendak Allah, pasti akan disingkirkan.

Percayalah, ketika kita takut kepada Allah, maka kita akan berani menghadapi apa pun.
Dan, ketika kita tidak takut kepada Allah, sesungguhnya, kita akan takut kepada apa pun.

Nabi Daud, bukan sekedar berani, tapi penuh keyakinan, bersandar kepada Yang Maha Kuat, sehingga bisa menghadapi yang terkuat dalam kacamata manusia yang sangat terbatas.

Di sebuah negeri, yang mau tidak mau saya cintai ini; sedang terjadi polemik dari para pemiliki pedang hukum.

Mereka merendahkan dirinya dengan mengibaratkan sebagai binatang. Dan, lebih rendah lagi, mengganggap ukuran sebagai wakil dari kekuatan; bahwa yang terkecil paling lemah dan terbesar paling kuat.

Seseorang di Polri menganggap dirinya buaya, untuk mengecilkan KPK yang dianggapnya sebagai cicak. Buaya itu memang identik dengan sosok yang sering mengerling dan airmatanya pun palsu. Entah, atas dasar apa, menjuluki dirinya buaya; mungkin karena hewan ini dikenal sering dijadikan hantaran untuk mempelai wanita, sebagai simbol kesetiaan pada pasangan; atau malah sebagai hewan peninggalan jaman purba yang selalu bisa mengikuti perubahan?

KPK, yang dijuluki cicak, kini sedang diporakporandai, dengan berbagai kejadian yang menimpa pimpinannya. Ada pelanggaran hukum, ada pelanggaran moral.

Hmmmm..

Menjuluki diri buaya hanya untuk mengecilkan cicak. Padahal, kekuatan tak semata terwakili dari ukuran. Kekuatan itu sumbernya dari kebenaran.

Belum usai, buaya vs cicak, kini Kejagung muncul lagi dengan Godzillla yang merupakan perpaduan dari Polri dan Kejagung. Godzilla itu makhluk maya, hanya ada di film saja. Makannya banyak, ikan yang bau amis pula. Pedulinya hanya mencari tempat bersarang untuk melestarikan keturunannya; walaupun dengan menghancurkan apa pun yang menghalanginya.

Para penegak hukum itu kini mentamsilkan dirinya sebagai hewan. Memilih hewan paling besar sebagai sosok yang mewakili, sekaligus untuk mengecilkan pihak lain.

Tak sadar mereka, yang digaji oleh uang rakyat itu, bahwa sinergi jauh lebih mulia daripada bersitegang.

Sekali lagi….
Godzilla, buaya dan cicak..

Dilihat kekuatannya dari segi ukuran tubuh. Sungguh salah, ketika melihat kekuatan dari sekedar ukuran. Sesungguhnya, kekuatan sejati bersumber dari kebenaran yang hakiki, dari Allah.

Mengerikan jika keadilan dikelola oleh Godzilla…

One thought on “Cicak, Buaya, Godzilla

  1. Godzilla adalah binatang imaginatif, untuk ukuran ambil contoh dynosaurus atau tyrex. Karena terlalu mendominasi bumi akhirnya dimusmahkan oleh Allah swt dengan menabrakkan comet ke bumi. Buaya adalah binatang melata yang sangat rakus nyaris semua yang bergerak di badhog, diburu orang karena berbahaya. Kalaupun ditangkarkan cuma alasan ekonomi karena kulitnya laku dijual. Cecak jarang ada yang mengusik selain anak2 iseng menjepret karet gelang , binatang cecak sangat berguna karena makan nyamuk. Ternyata cecak meski kecil tdk pernah merusak atau membahayakan orang bahkan menolong….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *