Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Category:

Gagasan

Be a CH4MPION

Menjadi CH4MPION adalah puncak prestasi seseorang. CH4MPION sejati adalah pemenang pertempuran–utamanya dengan dirinya sendiri–sebelum mengalahkan orang lain.

Sebagai social entrepreneur, saya mengaitkan CH4MPION ini dalam konteks social business. Social Business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sosial.

Dibutuhkan CH4MPION untuk mengelola sosial business. Ada makna, ketika saya menuliskan CH4MPION dengan 4M di tengahnya. Karena itulah inti CH4MPION. Apakah 4M itu?

1. Motor

2. Mentor

3. Mitra

4. Maestro

Saya jelaskan satu persatu ya….

MOTOR adalah inisiator kegiatan social business atau social movement di suatu wilayah. Bisa siapa saja, bisa kapan saja. Karena social business ini bukan seberapa banyak Anda memiliki pengetahuan, atau seberapa banyak Anda memiliki kekayaan. MOTOR adalah seberapa PEKA Anda dengan lingkungan sekitar, seberapa LUAS hati Anda terbuka untuk menyelesaikan masalah.

Menjadi MOTOR adalah panggilan ilahi yang memposisikan Anda untuk bersiap menukar waktu dengan kegiatan-kegiatan demi kepentingan orang banyak. Menukar kesempatan untuk kepentingan pribadi, dengan kesempatan berkontribusi.

MOTOR adalah pribadi pilihan yang terwarnai dengan semangat berbagi, semangat bersinergi dan semangat berkontribusi serta memberi solusi.

Konsistensi lah yang membuat MOTOR teruji. Waktu lah yang akan membuktikan. Semangat yang membuat MOTOR bernyali. Perubahan adalah sahabat abadi seorang MOTOR. Masalah adalah vitamin bagi MOTOR. Potensi adalah otot bagi seorang MOTOR.

Mengelola social business bukan perkara mudah, karena sejatinya seorang MOTOR seperti sedang merawat anak yang tumbuh berkembang dan menjadi solusi untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya. Di awal tumbuh kembangnya, social business memang perlu diasuh dan disuapi, akan tetapi, tantangan bagi seorang MOTOR adalah menjadikan project social businessnya tumbuh kembang menjadi dewasa dan solutif bagi lingkungan sekitar.

Sekali lagi; awal bergeraknya MOTOR adalah seberapa PEKA hatinya dan seberapa LUAS pikirannya terbuka. Insyaallah, seperti rumus Fisika, TEKANAN akan kecil, ketika GAYA (interaksi) dengan masalah disikapi dengan LUAS dan lapangnya hati.

MOTOR harus seperti gear di kendaraan, pergerakannya menggerakan banyak orang… MOTOR harus memiliki ION untuk meresonansi orang lain.

2. MENTOR

Mentor terkait dengan pengembangan kapasitas dan kompetensi. Menurut guru saya, Erie Sudewo dalam buku Character Building “karakter merupakan kumpulan sifat baik yang menjadi perilaku sehari-hari. Karakter itu pondasi sehingga dengan karakter apapun kompetensinya akan berdiri dengan baik dan benar. Kompetensi merupakan kemampuan mengemban tugas, menyelesaikan pekerjaan atau menangani persoalan.  Kompetensi ini tidak lepas dari dua hal yaitu ‘kapasitas dan kapabilitas’. Kapasitas diartikan sebagai daya tampung sementara kapabilitas sebagai cara mengelola kapasitas”

Seorang MOTOR membutuhkan MENTOR, karena tantangan yang dihadapinya dinamis dan seringkali membutuhkan kompetensi yang belum tentu dikuasai oleh MOTOR. Seorang MOTOR bukanlah tukang sulap atau superman, yang segala bisa dan memiliki kekuatan super; ia manusia buasa yang menjadi tempatnya banyak kelemahan. Kekuatan semangatnya lah yang membuat MOTOR membutuhkan MENTOR.

Tugas MENTOR adalah memberikan kunci bagi MOTOR dalam menyelesaikan masalah dan memanfaatkan semua peluang. Kunci/solusi bisa berasal dari luar diri atau dari dalam diri MOTOR. Oleh karena itu, MENTOR melakukan berbagai pendekatan untuk menggali potensi MOTOR. Jika tidak tahu, maka diberi tahu, sehingga terjadilan proses Mentoring. Akan tetapi, jika MOTOR sebenarnya memiliki solusi dalam pikirannya, tugas MENTOR adalah menggali, sehingga metode coaching yang dilakukan.

Seperti metafora dari sahabat saya, coach Lyra Puspawingrung, yang mengibaratkan: jika telur diketuk/dibuka dari luar, maka hanya akan menjadi telur ceplok atau telur rebus; akan tetapi jika telur dibiarkan terbuka dari dalam secara alamiah, maka telur itu akan melahirkan anak ayam dan sekaligus melahirkan kehidupan.

Area MENTOR mengembangkan kapasitas dan kompetensi MOTOR dari sisi Kepeloporan PERSONAL, Kepempimpinan ORGANISASI dan Kewirausahaan bersama MASYARAKAT. Kepeloporan, Kepemimpinan dan Kewirausahaan adalah amanah pemberdayaan kepemudaan yang tercantum dalam UU 40/2009 tentang Kepemudaan.

Simbol dari MENTOR adalah KUNCI.

3. MITRA

MENTOR membutuhkan MITRA untuk mengembangkan organisasinya. Mengembangkan organisasi bisa secara vertikal dan horizontal. Seperti layaknya spiral, yang terus berkembang secara bersamaan, ke atas dan ke samping.

MITRA mengembangkan organisasi yang dikelola MOTOR secara vertikal–tumbuh sehingga melakukan scaling up atau naik kelas mulai dari lingkup lokal, nasional, regional hingga internasional.

Saat yang bersamaan, MITRA juga mengembangkan program dan organisasi MOTOR secara horizontal, artinya pengembangan program dilakukan secara lateral, tujuan yang sama bisa dicapai dengan pendekatan yang berbeda.

KeMITRAan yang dibangun bisa bersinergi dengan MENTOR untuk memastikan MOTOR mampu mengembangkan program dan organisasnya semakin memberi manfaat yang luas. Awalnya bisa jadi hanya menyelesaikan masalah 1 orang atau 1 keluarga, kemudian berkembang menyelesaikan masalah 1 Desa hingga meluas di lingkup yang berbeda dan menyelesaikan lebih banyak orang.

Simbol MITRA adalah rantai; memastikan adanya koneksitas antara MOTOR dengan berbagai pihak untuk tumbuh kembangnya program dan organisasi.

4. MAESTRO

MOTOR membutuhkan MAESTRO sebagai inspirasi, teladan dan perwujudan sebuah visi. MAESTRO adalah role model yang telah memiliki ACHIEVEMENT sebagai perwujudan integritasnya, walk the talk-nya dan bukti keistiqomahannya melakukan perubahan.

MAESTRO menjadikan karakter bukan sekedar sebuah kata, akan tetapi bara yang menjadi api yang bisa membakar semangat banyak orang.

MOTOR membutuhkan MAESTRO untuk mengakselerasi perubahan yang dilakukannya, melihat lika-liku, hambatan dan ranjau-ranjau yang mungkin dihadapinya selama perjalanan.

Jika KLA Project pernah menciptakan lagu berjudul Saujana yang dalam bahasa sansakerta artinya adalah visi serta menggambarkan visi sebagai kemampuan melihat ujung dari sebuah tujuan yang ingin diwujudkan disertai dengan pengetahuan/informasi yang dimiliki selama perjalanan menuju visi yang diinginkan, maka MOTOR tak perlu menduga-duga selama perjalanan, tapi bisa belajar dari sang MAESTRO supaya perjalanan mewujudkan visi jauh lebih bermakna.

MAESTRO akan memberikan arah. Dan Arah jauh lebih penting dari kecepatan. Percuma saja MOTOR bergerak cepat, jika tak memikirkan arah yang akan dituju, hanya akan tiba pada tempat yang keliru.

Simbol MAESTRO adalah Kompas sebagai penunjuk arah.

MOTOR, MENTOR, MITRA dan MAESTRO adalah komponen penting jika Anda ingin menjadi CH4MPION. Saya ilustrasikan dalam gambar berikut ini:

Be a CH4MPION. Jadilah juara sejati yang jurinya adalah para malaikat Allah. Tak cukup menjadi AGENT of CHANGE, karena Agen bekerja sesuai perintah, akan tetapi jadila ANGEL of CHANGE, melakukan perubahan tanpa berharap pamrih dari manusia. Semata untuk menempuh perjalan kembali kepada fitrah-Nya.

Salam SOBAT dari DESA

#My10thBook

Kepologi

Berkeliling ke beberapa kampus di Yogjakarta, Jatinangor, Lampung, Palembang, Semarang, Bogor, Malang untuk bertemu dengan Kader Surau Yayasan Baitul Maal BRI merupakan berkah tersendiri.

Bertemu dengan anak-anak muda pemegang amanah masa depan bangsa ini, membuat saya tetap optimis untuk berbagi kisah, pengalaman dan sedikit ilmu.

KEPO-logi adalah materi yang saya sampaikan di setiap kesempatan berbagi bersama mahasiswa Kader Surau.

KEPO-logi memang dirancang sebagai ilmu untuk meng-KEPO masyarakat, supaya bisa berdaya saring, berdaya saing dan berdaya sanding.

KEPO-logi adalah singkatan dari:

Kondisi: bagaimana memahami kondisi riil masyarakat dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang tersambung antara pertanyaan satu dengan pertanyaan berikutnya. Ujungnya adalah kesimpulan tentang kondisi riil masyarakat saat itu. Berikut masalah dan potensinya.

Elaborasi: bagaimana mengkonfirmasi hasil pemahaman kondisi riil dengan data-data penunjuang. Konfirmasi bisa dilakukan melalui orang yang memiliki otoritas, atau akses terhadap data-data yang valid.

Peta: membangun peta sebagai hasil kombinasi antara kondisi dan elaborasi; sehingga dihasilkan peta utuh terhadapa kondisi riil, elaborasi, baik antara masalah dengan potensi yang masyarakat miliki. Syukur-syukur dari peta tersebut bisa digali potensi utama, atau bahkan penyelesaian masalah dengan mengandalkan potensi yang dimiliki masyarakat sendiri.

Organisasi: melakukan penyusunan rencana aksi dengan melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian yang sesuai. Organisasi berarti menyusun tim aksi untuk mengeksekusi semua rencana sebagai tindak lanjut dari kondisi, elaborasi dan pemetaan masalah dan potensi masyarakat.

KEPO-logi bisa jadi merupakan kombinasi antara PRA (Participatory Rural Appraisal), AI (Appreciative Inquiry) dan CI (Creative Inquiry); sehingga menghasilkan sebuah pemahaman yang utuh tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat, dan fasilitator memfasilitasi masyarakat supaya memahami masalahnya sendiri. Begitu juga dengan potensi yang dimiliki; dengan kejernihan pandangan dan pemahaman tentang potensi yang dimiliki itulah, lebih mudah untuk menyusun action plan yang menjadi tindakan nyata.

Salam Ngopi 3 Kantor Kecamatan Tamansari

Salah satu kanal kontribusi pemuda dalam pembangunan wilayah adalah organisasi sosial kepemudaan sebagai bagian dari kaderisasi kepemudaan, mengadakan temu Karya Karang Taruna Kecamatan Tamansari, yang berlangsung  di Aula Kecamatan Tamansari. Senin, (4/06).

Kegiatan Temu Karya yang dihadiri oleh perwakilan 7 dari 8 Desa di wilayah Kecamatan Tamansari ini berlangsung dalam suasana keakraban dan disertai dengan semangat musyawarah.

“Saatnya pemuda memberikan kontribusi yang nyata di masyarakat, tidak menunggu program dari pemerintah, tapi langsung berkegiatan yang nyata bermanfaat di masyarakat,”ungkapTeddy Pembang SFA, Camat Tamansari.

Kegiatan yang memiliki agenda utama pemilihan ketua baru ini akhirnya memilih Nanang Suryana sebagai Ketua KT Kecamatan Tamansari periode 2018-2023,  dengan Dedeng Abdillah sebagai Sekretaris.

Ditempat yang sama Nanang suryana menuturkan bagi saya ini amanah yang harus dijalankan dengan baik, mengutamakan masukan baik dari para pemuda, juga dari berbagai pihak

“Ini adalah amanat yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, dan yang diutamakan itu masukan yang baik dari para pemuda dan berbagai pihak,”tuturnya.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Hendra Tirtana, Sekjen Karang Taruna Kabupaten Bogor, diakhiri dengan buka bersama dengan menu makanan tradisional Tamansari.

“Karang Taruna sebagai organisasi yang berusia lebih dari setengah abad, sudah seharusnya menjadi wadah dan kiprah pemuda desa yang mau maju pesat; mandiri, jujur, peduli dan sejahtera.. Pemuda yang  inovatif tapi tetap berempati dengan masyarakat sekitar” ditambahkan oleh Baban Sarbana, Ketua Majlis Pertimbangan Karang Taruna Kecamatan Tamansari yang juga Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa.

SalamNgopi 4 Sukaluyu

sngo03a

Kumpul-kumpul #SalamNgopi pembentukan kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Tamansari… dilanjutkan pembagian 75 paket sahur untuk yatim dhuafa. menyusul, saat i’tikaf bersama, 125 paket sahur lagi; rabu dinihari akan disebar ke yatim dhuafa di tamansari. terima kasih para donatur….. Mari kita buktikan dengan tindakan nyata… You are what you contribute. SalamAKMY

Salam Ngopi 6_Sukaresmi

Semalam program #SalamKopi ke RT 3 RW 11 Desa Sukaresmi Kecamatan Tamansari. Ternyata banyak warga disana, dulu adalah para reseller produk Emak saya; seperti es mambo, manisan pala, bakwan dll… de javu, bertemu mereka mengingatkan masa kecil yang harus bangun dini hari untuk ‘menyambut’ para reseller, atau mengemas aneka produk warung dengan bantuan lampu sebagai pengganti ‘sealer plastik’ yang menghasilkan lubang hidung menghitam di pagi harinya. Ikhtiar silaturahmi ini dalam rangka program RUSI-RT (Rumah Produksi RT) yang ternyata setelah berbincang banyak, satu RT tersebut memiliki bengkel sepatu/sendal dengan perputaran uang 40jt/bulan tapi tak berbekas karena tata niaganya dikuasai pemilik toko di Pasar Anyar, dan yang unik, wilayah RT tsb adalah sentra pembuat ketupat; yang mensupply beberapa lokasi di pasar Bogor dan Cunpok. Sambil ngopi, sambil ngobrol, sambil fokus mendengarkan. Terima kasih kepada Emak saya yang ternyata berkontribusi secara tidak langsung kepada pembentukan mental wirausaha warga yang sejak usia dini sudah menjadi ‘reseller’ warung Emak dan berbuah berbagai aktivitas ‘self-help’ untuk membangun kemandirian mereka. #DesaKuatEkonomi

Mustahik menjadi Muzakki

Berikhtiar.. membangun cerita Mustahik menjadi Muzakki melalui sentra budidaya jamur di KampungZimba YatimOnline.. memang terlihat hanya sebagai budidaya jamur saja, setelah didalami dan memperbaharui niat, ternyata, alur pengelolaan budidaya jamur ini bisa berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga M1 (mustahik) untuk bertransformasi menjadi muzakki (M2)… 1. Kotak Hijau adalah kotak budidaya jamur. Dalam prosesnya, dengan target 12.000 baglog (bibit jamur), bisa melibatkan 12 orang penerima manfaat, sehingga bisa memiliki penghasilan Rp 30.000/hari 2. Kotak Biru adalah pilihan ketika jamur diolah, maka, fasilitas Balai Ikhtiar bisa mengolah hasil budidaya jamur menjadi aneka produk olahan. Melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas keluarga M1, maka, terbentuklah ‘mental’ pemilik usaha. Dengan fasilitas modal (microfinance) dari Koperasi Cilawi/KUBYD, maka penerima manfaat olahan ini adalah Rumah Ikhtiar yang dihuni oleh Keluarga M1. Rumah Ikhtiar inilah yang dimitrakan usaha dengan para investor yang berharap pasive income dunia akherat dengan skema bagi hasil syariah… 3. Baik hasil budidaya berupa jamur mentah maupun hasil olahan, dikemas dengan merk ZupadoZ yang siap dipasarkan dan membawa branding KampungZimba jika ingin datang melihat dan belajar langsung… 4. Pemasaran Sentra Budidaya Jamur ini menghasilkan produk hasil budidaya jamur, produk olahan jamur dan jasa pelatihan budidaya, olahan dan pemasaran jamur…

Ini ikhtiar, dan antara do’a dan kesuksesan ada yang namanya kerja keras… mohon do;anya kepada semua teman yang menginginkan anak-anak yatim dhuafa mendapat hak pendidikannya, keluarga yatim dhuafa segera mandiri secara ekonomi dan memutus rantai kemiskinan dengan kekuatan dirinya sendiri dan atas ijin Allah, semoga dikabulkan di bulan yang mulia ini… Notes… Tahun 2016 ini baru fokus ke komoditas jamur, setelah itu semoga bisa merambah komoditas lain seperti ikan, sayur mayur, dll… Mohon do’anya…

Sedekah Keluarga Mandiri

quadrant RumahJamur

Lagi ngerancang game/simulasi model sedekah keluarga yatimonline dengan percontohan komoditas jamur. Satu kebun budidaya jamur bermodal 20juta, dengan kapasitas produksi 1.5 ton dalam 4-6 bulan. Hasil budidaya jamur ini kemudian 50%nya dijadikan sebagai bahan untuk olahan yang dikelola oleh anggota KUBYD (Kelompok Usaha Bunda Yatim Dhuafa) yang menjadi mitra yatimonline. Berandai-andai saja, komposisi donasi 1:2:1, dengan 1 untuk santunan, 2 untuk modal usaha, 1 untuk lifeskill (capacity building). Asumsinya, satu keluarga ada 1 orang yang masih sekolah (disantuni), ibunya diberi modal usaha, kakaknya dilatih keterampilan kerja (lifeskill). Hitunglah di 2 tahun pertama, adiknya yang masih sekolah disantuni full, ibunya mulai usaha dengan modal pinjaman putaran 6 bulan, dan kakaknya dilatih keterampilan kerja selama 6 bulan, kemudian langsung bekerja. Hipotesisnya, dalam 2.5 tahun, dengan 2.5% ziswaf, semoga keluarga tsb dari Mustahik menjadi Muzakki. Tinggal dihitung saja jumlah sedekah keluarga tersebut yang bisa dilakukan secara rombongan… sekaligus ada interaksi social business di dalamnya. Selama 4 tahun belakangan ini, di yatimonline diselenggarakan terpisah konsepnya; semoga dengan rintisan dibanggunnya kebun jamur, menjadi inisiasi untuk komoditas lainnya, seperti ikan, sayur sehat, dll… dan bisa diterapkan untuk siapa pun yang berniat membantu mengakselerasi mustahiq menjadi muzakki dengan pendekatan bisnis.. terinsiprasi dari Cibest Quadrant by Dr. Irfan Syauqi Beik.

quadrant

Game yang lagi saya rancang ini untuk para donaturnya.. supaya mereka bisa melihat dampak dari sedekah keluarga. 

Artinya mereka bisa membuat keluarga itu dapat pasive income di dunia, dan semoga yang bersedekah dapat pasive income di akherat.. karena ada amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan semoga anak sholeh itu ikut mendoakan juga

Niat Baik vs Birokrasi Buruk

Usai menuntaskan program Renovasi Rumah Tinggal Keluarga Yatim, kami mendapatkan amanah untuk melakukan program renovasi rumah keluarga miskin dalam jumlah yang lebih banyak dan waktunya bersamaan.

Program ini mendapat bantuan kawan-kawan pengusaha muda di Bogor. Alhamdulillah.

Kendala muncul ketika salah satu persyaratan lolos seleksi program adalah hak kepemilikan rumah dan surat keterangan dari RT dan Kepala Desa.

Ternyata, Ketua RT-nya yang sudah diberikan cuma-cuma Rp 50 ribu, malah meminta kepada keluarga yang rumahnya akan direnovasi tersebut, Rp 10 ribu. Masyaallah. Sudah jelas, mereka mendapat program itu karena mereka miskin, masih juga ketua RT nya melakukan pungutan liar. Membantu tidak, menyusahkan malah.

Demikian juga dengan kondisi Kepala Desa, yang tak bereaksi ketika program Renovasi Rumah Tinggal Keluarga Yatim itu terjadi di depan matanya, di depan kantor Kepala Desa.

Yang lebih miris lagi, ternyata desa kami mendapat ‘jatah’ program 25 Rumah Tidak Layak Huni, dan sebenarnya, beberapa rumah yang kami pilih itu mendapatkan dana tersebut; akan tetapi, kabarnya aparat desa urung memberikan, karena diasumsikan sudah mendapat program dari kami. Padahal, kami hanyalah pihak warga yang berinisiatif melakukan program renovasi, karena bbrp rumah keluarga miskin itu sudah kadung dijanjikan pada masa kampanye ketika Kepala Desa akan mengajukan diri untuk pemilu desa periode kedua. Hingga akan berakhir jabatannya tahun depan, janji Sang Kades tak terealisasi, malah dirinya mendeklarasikan akan mencalonkan diri dari salah satu partai Islam untuk menjadi anggota legislatif di tingkat Kabupaten.

Kami tak menyerah, kami tak akan membiarkan orang-orang yang bersyahwat besar terhadap kekuasaan ini berkeliaran, menebar janji kemudian mengingkarinya. Pada saat yang sama, kami juga tak akan membiarkan orang-orang miskin tak mendapat haknya.

Sebenarnya kami berharap negara hadir untuk membersihkan harta orang kaya dan membuat rakyat miskin sejahtera, akan tetapi, negara kadang hadir kadang tidak di tengah-tengah rakyat; atau malah hadirnya seperti banjir besar Jakarta yang lima tahun sekali.

Kini, kami terus melakukan advokasi, memastikan bahwa warga miskin dengan rumah hampir roboh bisa tidur nyenyak tanpa harus khawatir rumahnya roboh atau bocor ketika hujan. Yang tidak bisa kami pastikan adalah aparat yang menjalankan birokrasi buruk yang mengambat setiap niat baik yang ingin kami lakukan.

 

 

Efek Depan Rencana Kenaikan BBM

BBM tak jadi naik 1 April ini. Tak jadi, bukan berarti tidak, hanya soal waktu saja. Hiruk pikuk parlemen berujung pada kompromi kalkulatif politis.

BBM memang berdampak dan berefek samping, akan tetapi tak cuma efek samping, efek depannya juga ada. Buktinya, harga bahan pokok sudah naik, harga bensin eceran naik, pertamax naik, dan membuat para pemilik mobil mewah beralih ke premium; tanpa malu, tanpa punya rasa keberpihakan.

Orang miskin di negeri ini memang seringkali jadi komoditas politik ketimbang jadi target kesejahteraan. Hanya di Indonesia saja, orang miskin dijadikan alat untuk mensubsidi orang kaya melalui subsidi BBM. Buktinya, tak banyak orang miskin yang berkendaraan roda dua, tiga apalagi empat. Buktinya, orang miskin yang paling banyak terkena efek depan BBM.

RUU APBN-P kata Prof Yusril Ihza Mahendra melanggar Pasal 33 UUD 1945, kebijakan pemerintah dalam menangani sumber daya negeri ini pun bisa jadi mencederai Pasal 34 UUD 1945, karena seharusnya, orang miskin dipelihara oleh negara.

Kini, negeri ini seolah hanya dimilii segelintir politisi, yang berdebat disorot televisi, berjas rapi, tanpa panas-panasan. Sementara para mahasiswa bercucuran darah dan keringat menggugat keberpihakan pemerintah terhadap rakyat.

Pemilik negeri ini bukan hanya para politisi, tapi pemegang saham terbesarnya adalah rakyat Indonesia.

Politisi memang berbeda dengan negarawan. Politisi hanya memikirkan pemilihan yang akan datang, negarawan memikirkan generasi yang akan datang.

Saatnya menyelamatkan rakyat miskin dari ketidakberpihakan pemerintah.