Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Category:

Cerita

Happy Jump Over Santa Monica

Santa Monica Los Angeles adalah salah satu destinasi yang terkenal di dunia. Menjadi lokasi shooting beberapa film Hollywood dan tentu saja, menjadi lagu yang sangat terkenal “Santa Monica Boulevard”

Happy Jump Over The Great Wall

Great Will China adalah salah satu keajaiban dunia. Sangat istimewa ketika mendapat kesempatan untuk berkunjung ke lokasi luar biasa tersebut. Seolah tembok tak berujung yang ribuan tahun dibangun dengan mengorbankan ribuan nyawa.

Salam Ngopi 3 Kantor Kecamatan Tamansari

Salah satu kanal kontribusi pemuda dalam pembangunan wilayah adalah organisasi sosial kepemudaan sebagai bagian dari kaderisasi kepemudaan, mengadakan temu Karya Karang Taruna Kecamatan Tamansari, yang berlangsung  di Aula Kecamatan Tamansari. Senin, (4/06).

Kegiatan Temu Karya yang dihadiri oleh perwakilan 7 dari 8 Desa di wilayah Kecamatan Tamansari ini berlangsung dalam suasana keakraban dan disertai dengan semangat musyawarah.

“Saatnya pemuda memberikan kontribusi yang nyata di masyarakat, tidak menunggu program dari pemerintah, tapi langsung berkegiatan yang nyata bermanfaat di masyarakat,”ungkapTeddy Pembang SFA, Camat Tamansari.

Kegiatan yang memiliki agenda utama pemilihan ketua baru ini akhirnya memilih Nanang Suryana sebagai Ketua KT Kecamatan Tamansari periode 2018-2023,  dengan Dedeng Abdillah sebagai Sekretaris.

Ditempat yang sama Nanang suryana menuturkan bagi saya ini amanah yang harus dijalankan dengan baik, mengutamakan masukan baik dari para pemuda, juga dari berbagai pihak

“Ini adalah amanat yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, dan yang diutamakan itu masukan yang baik dari para pemuda dan berbagai pihak,”tuturnya.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Hendra Tirtana, Sekjen Karang Taruna Kabupaten Bogor, diakhiri dengan buka bersama dengan menu makanan tradisional Tamansari.

“Karang Taruna sebagai organisasi yang berusia lebih dari setengah abad, sudah seharusnya menjadi wadah dan kiprah pemuda desa yang mau maju pesat; mandiri, jujur, peduli dan sejahtera.. Pemuda yang  inovatif tapi tetap berempati dengan masyarakat sekitar” ditambahkan oleh Baban Sarbana, Ketua Majlis Pertimbangan Karang Taruna Kecamatan Tamansari yang juga Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa.

SalamNgopi 4 Sukaluyu

sngo03a

Kumpul-kumpul #SalamNgopi pembentukan kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Tamansari… dilanjutkan pembagian 75 paket sahur untuk yatim dhuafa. menyusul, saat i’tikaf bersama, 125 paket sahur lagi; rabu dinihari akan disebar ke yatim dhuafa di tamansari. terima kasih para donatur….. Mari kita buktikan dengan tindakan nyata… You are what you contribute. SalamAKMY

Salam Ngopi 6_Sukaresmi

Semalam program #SalamKopi ke RT 3 RW 11 Desa Sukaresmi Kecamatan Tamansari. Ternyata banyak warga disana, dulu adalah para reseller produk Emak saya; seperti es mambo, manisan pala, bakwan dll… de javu, bertemu mereka mengingatkan masa kecil yang harus bangun dini hari untuk ‘menyambut’ para reseller, atau mengemas aneka produk warung dengan bantuan lampu sebagai pengganti ‘sealer plastik’ yang menghasilkan lubang hidung menghitam di pagi harinya. Ikhtiar silaturahmi ini dalam rangka program RUSI-RT (Rumah Produksi RT) yang ternyata setelah berbincang banyak, satu RT tersebut memiliki bengkel sepatu/sendal dengan perputaran uang 40jt/bulan tapi tak berbekas karena tata niaganya dikuasai pemilik toko di Pasar Anyar, dan yang unik, wilayah RT tsb adalah sentra pembuat ketupat; yang mensupply beberapa lokasi di pasar Bogor dan Cunpok. Sambil ngopi, sambil ngobrol, sambil fokus mendengarkan. Terima kasih kepada Emak saya yang ternyata berkontribusi secara tidak langsung kepada pembentukan mental wirausaha warga yang sejak usia dini sudah menjadi ‘reseller’ warung Emak dan berbuah berbagai aktivitas ‘self-help’ untuk membangun kemandirian mereka. #DesaKuatEkonomi

Pejuang Hijab

Ketika saya kelas 1 SMANSA Bogor, kakak kelas tidak banyak yang berhijab. Ada salah satu kakak kelas yang sangat saya kagumi. Namanya RA. Saya kenalnya karena sama-sama ngaji di Majlis Taklim Al Ihya Bogor. Berhijab sejak SMP, kakak kelas bermata teduh dan sangat antusias kalau ngobrol ini, tidak menunjukkan ketakutannya ketika masuk SMA mengalami diskriminasi dalam hal pemakaian hijab. Saat itu hijab dilarang dikenakan oleh siswa SMA.

Tidak sendiri, bersama teman-teman karibnya, RA memperjuangkan hijab sebagai jalan hidupnya.
Kami, para adik kelas, yang laki-laki, hanya bisa mendoakan saja, dan sebagai bagian dari anak-anak Rohis, tentu seringkali berdiskusi secara internal dengan RA dan kawan-kawan lainnya.
Pertentangan hijab tersebut meluas, hingga masuk ke ranah pengadilan. Tentu sebuah kondisi yang menegangkan, bagi seorang siswa SMA yang harus menghadapi pengadilan.
Akan tetapi, saya lihat, karena yang diperjuangkannya adalah jalan hidup, maka tak ada gurat ketakutan diantara RA dan teman-temannya.
Bahkan, kondisi ketegangan tersebut membuat tumbuhnya solidaritas dan silaturahmi di antara para orang tua. Mereka mengadakan pengajian; uniknya, salah satunya selalu mendoakan agar Pak Ng, Kepala Sekolah SMAN 1 Bogor, bisa segera naik haji. Sama sekali tak ada hal-hal negatif tentang Pak Ng, lebih fokus kepada agara dibukakan hidayah, hati dan kebaikan bagi pak Kepala Sekolah SMAN 1 Bogor.
Tak semua sekuat RA dan kawan-kawannya. Ada yang harus membuka hijab dan mengenakan wig, atau memilih mengenakan hijab ketika lulus SMA nanti.
Interogasi demi interogasi dialami Teh RA dan kawan-kawannya. Dialog antara siswi SMA yang mempertahankan tuntutan akidah dengan seorang Kepala Sekolah yang bermaksud menegakan aturan hingga di titik Kepala Sekolah mengeluarkan siswi yang tetap memaksakan diri untuk berhijab.
Tak patah semangat, solidaritas makin kencang, hingga pihak-pihak seperti Kemendikbud hingga LBH pun jadi upaya untuk memperjuangkan hijab tersebut.
Pengadilan Negeri Bogor adalah saksi bagaimana kemudian massa turut menjadi pressure grup bagi perjuangan sekelompok remaja yang berhadapan dengan kekuasaan, memperjuangkan akidahnya tanpa takut akan akibatnya, karena yakin Allah Bersama mereka.
Dan keputusan pengadilan pun akhirnya memenangkan RA dan kawan-kawan sampai bisa bersekolah kembali di SMAN 1 Bogor dengan mengenakan hijab.
Itulah yang mengawali maraknya penggunaan hijab di SMA se Bogor dan mungkin se Indonesia. Walaupun negara belum selesai dengan hal tersebut; karena di masa-masa berikutnya, persoalan hijab ini tetap menimbulkan polemik ketika menjadi bagian dari seragam sekolah.
Saya bersama teman-teman yang lain di Rohis, salut dan bangga dengan semangat RA dan kawan-kawan yang lain. Yang saya inget, saya pernah ‘nangis’ di depan RA, untuk menyampaikan bahwa adik-adik Rohis kelas 1 ini sangat mendukung perjuangan kakak kelas yang kami banggakan; walaupun kami belum paham sempurna tentang perjuangan yang dilakukannya.
Tonggak sejarah, bahwa SMAN 1 Bogor adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dari orang-orang yang memperjuangkan akidahnya; dengan cara-cara yang baik dan berharap kebaikan untuk semua orang; berharap ada hikmah besar dari peristiwa yang dialaminya.

Kekuatan spiritual itu pula yang kemudian tahun 2013, RA menuliskan buku In God We Trust: Meretas Hijab dari Indonesia sampai Amerika; karena di Amerika, RA menghadapi diskriminasi yang de javu, seperti pernah dihadapinya di masa SMA; tentu dengan tingkat tantangan yang berbeda; karena yang dihadapinya adalah institusi US Army.
Saya beruntung berada satu rentang masa remaja di SMANSA Bogor; sehingga bisa belajar banyak dari karakter RA dan teman-temannya.
Allah Melindungi orang-orang yang berjuang di jalan-Nya.
Sekarang RA berdomisili di Amerika Serikat dan menbuka klinik dokter gigi di beberapa kota disana.
#teROHISin God We Trust

Kepala Babi Cikal Bakal Pengadu Domba

Gak semua cerita tentang #teROHIS itu nyenengin. Mei 1998, saat panas2nya suasana jelang reformasi; saya dan teman biasa membersihkan teras mesjid, termasuk tempat wudhu juga. Mesjid kami berada di pinggir jalan. Saat itu jam 06-an; masih pagi. Tiba-tiba, ada mobil pick up yang lewat pelan-pelan di samping mesjid. Dan… swiiiiiing… seseorang yang mengenakan topi untuk menyembunyikan wajahnya, melemparkan sesuatu ke arah mesjid. dan ternyata, yang dilempar itu.. kepala babi….. masih ada darahnya… kami sangat kaget… teman saya langsung membungkus kepala babi tersebut dengan karung. mengamankan. dan beruntung saat itu mesjid masih sepi, jadi tidak ada yang tahu kejadian tersebut, kecuali kami, marboth. Kami langsung kontak Pak Rektor. Rektor memberikan keputusan bijak. Kesepakatan langsung dibuat. Jangan sampai berita ini tersebar ke seluruh mahasiswa, bisa kacau. Karena ini mungkin saja provokasi dari pihak tertentu untuk mengadu domba. Kepala babi itu pun kami kubur di belakang kampus. Kondisi kampus pun aman; walaupun kami dengar kemudian, teman-teman marboth di mesjid Amaliah, Juanda, juga mendapatkan perlakuan yang sama. Tapi, mereka melakukan tindakan yang hampir sama. Kami tidak mencari siapa yang melempar kepala tsb, kami hanya menjaga agar tindakan mereka tidak membuat kacau kondisi kampus. Orang lain boleh bertindak buruk terhadap kita. Akan tetapi, kita bisa memilih bersikap baik terhadap tindakan buruk tersebut. #teROHIS. True Story