Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Category:

Cerita

Anak SMA Sudah Jadi Pembimbing Haji

Kelas 3 SMA memang tidak dibolehkan aktif dalam organisasi apa pun, baik OSIS maupun DKM. Akhirnya, saya dan Novi Hardian ditunjuk untuk menjadi panitia dadakan. Kami berdua kebagian jadi panitia untuk Manasik Haji. Pekerjaannya menyiapkan alat-alat untuk praktek manasih haji itu. Mulai dari miniatur ka’bah, makam Ibrahim, jumroh, hingga petunjuk rute tempat selayaknya pelaksanaan haji beneran.

Pekerjaan yang cukup berat adalah membuat kiswah untuk menutup ka’bah. Warisan dari panitia sebelumnya adalah kain hitam yang di bagian atasnya diberi garis kuning. Saya puny ide untuk memberi tambahan tulisan kaligrafi dengan dibordir.

Continue reading

Uniknya Legislatif Amerika Vs Legislatif Indonesia

Saat ini saya berada di Washington DC, Amerika Serikat, mendapatkan hadiah trip Golden Ticket dari US Embassy di Jakarta. Tujuannya untuk menapaktilasi kisah hidup Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, yang rencananya akan datang pertengahan November ini.

Beberapa destinasi sudah dilalalui; salah satu yang menarik adalah kunjungan ke Capitol Hill, komplek gedung legislatif di Amerika Serikat.

Usai kunjungan ‘studi banding’ bukan anggota dewan, dan tidak menggunakan uang Negara serta (mudah-mudahan) tidak menyusahkan rakyat; saya mencatat beberapa perbedaan antara Capitol Hill (komplek legislaltif Amerika Serikat) yang berisi Senator dan Congressman; dengan apa yang terjadi di legislatif Indonesia. Boleh setuju boleh nggak; tapi ini laporan pandangan mata dan hati; atau mungkin matahati.

1. Di Amerika ada seorang presiden yang kemudian menjadi senator—John Quincy Adams. Di Indonesia, mana ada Presiden yang mau jadi anggota dewan?


Continue reading

Malam Pertama di Singapura

Tak terduga, saya mendapat kesempatan untuk berwisata ke Singapura. Bersama pemenang Fast Browse & Win yang diselenggarakan oleh Plasa MSN.

Berkumpul dini hari di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, sudah terlihat antusiasme para pemenang yang membawa 1 orang yang diajaknya. Kebanyakan dari pemenang yang masih single, membawa ibunya. Ada yang membawa kakaknya, ada juga yang membawa temannya.

Rapih sekali cara menghandle pemenang dan kami, dari beberapa media. Saya hadir mewakili blogger, ada teman media dari Okezone.com dan PCPlus juga. Mulai dari pemberian name-tag untuk identitas bagasi, hingga kaos dan topi yang bertuliskan Fast Browse & Win. Rapi.

Pesawat Lion Air menerbangkan kami ke Singapura, jam 06.15 dan sampai di Changi Airport jam 09.30. Bergegas ke imigirasi, sambil tak lupa foto-foto di beberapa lokasi. Hingga tiba di pengambilan bagasi. Karena saya keasyikan nge-twit, maka bagasi saya pun terbawa kembali ke dalam dan saya harus menunggu kembali. Asyik nge-twit dan update status, saya celingak-celinguk, melihat sekeliling, ternyata saya ketinggalan. Teman-teman satu rombongan sudah berangkat lebih dulu ke Merlion Park.

Segera saya menelpon panitia, @chikastuff, mencari tahu nomor kontak panitia yang lainnya. Alhamdulillah akhirnya bisa tersambung juga. Akan tetapi, masalahnya adalah, ternyata bis rombongan tak bisa kembali. Jadi, saya harus menyusul ke Merlion Park pake taksi.

Hmmm.. Hari pertama sudah begini. Salah saya juga, terlalu asyik nge-twit sampai lupa ngeliat rombongan. Segera saya ke Money Changer, karena pake taksi harus bayar $ Singapura.

Saya ngantri menunggu taksi. Tak lama, taksi pun datang.

“Merlion Pak” kata saya dengan logat Sunda Inggris. *Mer-li-yon. Begitu bunyinya.

“What… ?” Jawab Supir taksi bingung; dengan logat Sing-Lish alias Singapura English.

“Mer-li-yon Park Sir” kata saya menegaskan, tetap dengan logat Sunda.

“Oh.. Mer-lai-yon Park… oke…” Jawab Pak Supir Taksi, baru nyadar.

Saya juga baru nyadar, atau emang bawaan, nyebut Merlion Park dengan logat Sunda, jadinya Mer-li-yon; bukan Mer-lai-yon.. Hehehe.. Lidah Sunda memang sulit beradaptasi.

MERLION PARK

Meluncurlah saya ke Merlion Park, taksi bayar taksi SG$ 18. Sampai disana, rupanya rombongan sudah mau pulang. Segera saya menemui panitia, mohon maaf karena saya tertinggal. Anehnya, ternyata, peserta dianggap sudah cukup dan ikut semua. What? Berarti saya ngga masuk itungan ya? hehehehe… Never mind; gak apa-apa lah. Yang penting sudah ketemu, dan bisa langsung gabung. Oh ya, pemandu-nya orang India, yang bernama Pak Rahmat.

Merlion Park itu gak besar-besar banget. Posisinya yang strategis dan memang menjadi ikon Singapura. Kita bisa foto dengan background Patung Merlionnya, atau bisa juga dengan background Hotel Marina Bay Sands Singapura yang terkenal dengan bentuk kapal pesiar di atas penopang 3 gedungnya itu. Atau, bisa juga berfoto dengan background keduanya. Pemandangan luar biasa.

Small but Beautiful. Mewakili Singapura banget.

Puas berfoto-foto, rombongan kembali ke bis. Sebelum sampai, ada yang jual es dung dung, kalau di kampung saya, es nong-nong; cuma, ini agak modern. Lumayan enak. Harganya SG$ 2.

GALERI COKELAT

Kami pun berangkat menuju Galeri Cokelat. Letaknya tak jauh. Di Galeri Cokelat ini segala macam cokelat dengan aneka rasa dijual. Mulai dari rasa kopi, durian, jagung; pokoknya segala macam ada. Saya pun ingat dengan anak-anak yatimonline binaan di kampung; maka saya beli 2 kotak cokelat berbentuk Patung Merlion dengan rasa durian dan jagung. Harganya $SG 12. Lumayan, murah, meriah dan banyak.

Usai dari Galeri Cokelat, kami diajak ke toko souvenir. Melihat-lihat anek souvenir khas Singapura. Lucunya, di toko itu pun dijual batik. “Batik Singapura” kata penjaganya. Para penjaga toko bilang: “Rupiah Can”, maksudnya “Kaleng Rupiah?” Hehehe, rupanya mereka ngerti, kalau yang datang orang Indonesia, jadi mereka bilang bisa bayar pake rupiah.

Usai belanja, rupanya perut sudah memberi alarm, lapar. Bergeraklah kami ke Park Mall, dekat National Museum of Singapura untuk makan siang.

KUBILAI KHAN RESTAURANT

Pas masuk ke parkiran Park Mall, kayanya gak meyakinkan nih tempat makannya. Ternyata, setelah sampai ke restoran, lumayan juga resto-nya. Namanyai Kubilai Khan Restaurant. Mungkin masih saudara sama Shah Rhuk Khan. :). Pak Rahmat, pemandu kami, mengatakan, bahwa makanannya prasmanan, dan kami boleh milih sayuran yang sudah matang dan siap santap atau makanan mentah yang harus dimakan dulu. Saya pun memilih yang kedua. Mirip-mirip tepayaki. Minumnya? Yummy.. ada es cendol, buah naga dan es kacang merah. Mana yang saya minum? Semuanya dikombinasikan jadi satu. Hahahaha.. Enak pokoknya.

Makan enak, perut kenyang, bawaannya ngantuk. Tapi, ada kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Karena hari Jum’at, kami pun bergegas ke Mesjid. Lokasinya di dekat Orchard Road. Mesjidnya tersambung dengan perkantoran. Namanya Mesjid Al Falah

JUM’ATAN DI MESJID AL FALAH

Sudah ramai mesjid terisi. Jam 13.15. Tepat waktu. Ketika kami masuk ke Mesjid, terdengar sayup-sayup adzan.  Bahasa Qur’an tidak kenal logat ternyata. Dimana-mana, suara adzan, ya seperti itu juga.

Perut kenyang, siang hari, Jum’atan, kombinasi yang lengkap untuk mengantuk dan tertidur. Hehehehe. Saya tertidur dan bangun kemudian Shalat Jum’at. Usai shalat Jum’at, disambung Shalat Ashar yang dijama’. Alhamdulillah.

Hujan gerimis mulai mengguyur Singapura. Kami bergerak menuju Kantor Microsoft Singapura yang letaknya tak jauh dari Merlion Park. Semua peserta kini menggunakan topi, takut hilang dan ketinggalan, katanya.

KANTOR MICROSOFT SINGAPURA

Kantor Microsoft Singapura ini gak terlalu besar, letaknya di Lantai 5. Yang unik, viewnya langsung ke Marina Bay Sands Hotel, jadi indah banget. Betah kalau ngantor disini.

Kami dipandu oleh karyawan Microsoft Singapura, melihat kemajuan teknologi yang dikreasi oleh Microsoft. Kelihatan sekali, para peserta dan pemenang Fast Browse & Win antusias. Saya juga antusias; tapi, apalagi pernah berkunjung ke kantor pusat Miscrosoft di Bellaveu, Seattle, USA.

Kemajuan teknologi mulai dari Microsoft Surface, yang main komputer touch screen berasa nge-DJ, sampai main-main game mirip xBOX tapi ukuruannya jumbo. Benar-benar berasa jadi anak kecil kembali. Ternyata, kemajuan teknologi a la Microsoft itu membawa kita kembali untuk belajar sambil bermain; kembali menemukan antusiasme belajar anak-anak pada diri kita. Dan itu sangat bagus.

Dari Microsoft Singapura, kami berangkat menuju acara utama. BELANJA. Destinasi: CHINA TOWN

BELANJA DI CHINA TOWN

Untungnya, Pak Rahmat, pemandu rombongan, tahu, toko mana yang harga jualnya paling murah; atau malah itu toko temannya Pak Rahmat? Ah, tak apa-apa lah, yang jelas, kami menuju China Town dengan antusiasme tinggi, karena bakalan membelikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Saya jadi ingat titipan Naya, puteri saya, “Abi, beliin boneka ya?” Langsung saya mencari boneka. Ya, gak nemu boneka tangan, akhirnya pilihan saya jatuh ke boneka khas Singapura. Yang asyik, harga untuk setiap souvenir, $SG 10 untuk 3 barang; dan tak harus barang yang sejenis. Memudahkan sekali.

Saya pun membeli 3 boneka, 4 kaos, 1 topi kecil China dan 1 butir kelapa (kalau ini bukan untuk dibawa pulang, tapi untuk diminum di tempat, karena kehausan).

Dan ternyata, setiap toko di ChinaTown itu harganya sama saja. Bisa-bisanya pemandu saja ini sih. Tak apalah. Yang jelas, enjoy shopping. Lebih asyik lagi, ternyata oh ternyata, kebanyakan turis yang belanja ke ChinaTown adalah orang Indonesia. Kedengeran dari bahasanya dan kelihatan dari perilaku belanjanya. Hehehe.

Puas belanja di Chinatown, tadinya kami akan kembali ke Marina Bay. Tapi, karena kesorean, kami pun sepakat untuk langsung menuju rumah makan di Jl. Bengcoloon, jaman dulu sih namanya Jalan Bengkulu; sekarang berganti jadi Bengcoloon. Sepanjang perjalanan, agak heran juga saya, karena tidak kelihatan hiruk pikuk orang berjalan kaki di sepanjang jalan utama, padahal hari ini week-end. Ternyata, para pekerja Singapura hampir semuanya menggunakan MRT yang ada di bawah tanah. Bagus sekali ya? Andaikan Jakarta sudah memiliki transportasi massal di bawah tanah, kemacetan akan segera hilang di jalan-jalan utama Jakarta.  Hotelnya bagus, di pusat kota, memudahkan sekali untuk menelusuri kehidupan Singapura.

BENGCOLOON RESTAURANT

Tiba di Hj. Mariyah Bengcoloon Restaurant, kami disambut dengan sajian makanan khas Indonesia. Rendang, sup, ayam goreng, sayur dan tentu saja sambal. Makanan yang enak dan sangat cocok dengan lidah orang Indonesia, karena yang masak memang orang Indonesia. Nikmat sekali.

Makan malam usai, destinasi selanjutnya adalah chek in ke Orchad Parade Hotel di Orchad Road yang sangat terkenal itu.

MENGINAP DI ORCHAD PARADE HOTEL

Orchad Road, Singapura; jalan utama yang sangat terkenal, rapi dan tertata; menjadi pemandangan yang sangat menarik. Saya membayangkan, andaikan saja Jakarta dikelola dengan benar, maka jalan-jalan utama di jakarta bisa seperti Orchad Road.

Sampai di Hotel, langsung check in. Hotelnya bagus, tapi tidak bagus bagi seorang blogger seperti saya; karena tidak ada free wifi. Hehehe. Tak apalah, tanpa wifi, berarti ada beberapa kegiatan lain yang bisa saya lakukan. Jalan-jalan misalnya.

Lewat twitter, saya pun bertanya tentang destinasi belanja yang menarik di Singapura. Tersebutlah nama Mustafa Center. Saya belum tahu saat itu, saya pikir semacam grosir atau toko kecil lah. Saya mengajak teman sekamar dan beberapa teman lain untuk jalan ke Mustafa Center, katanya harga barang disana lebih murah.

Ke Mustafa Center di dekat Little India, kami memilih menggunakan MRT. Harus transit dulu di stasiun Goody Gant, sebelum disambung ke Ferrer Park. Kami pun menggunakan mesin untuk membuat Smart Card, dengan destinasi Ferrer Park, harganya $SG 2.4. Cukup murah. Caranya pun mudah, tinggal masukkan data destinasi MRT dan akan keluar harga tiketnya. Masukan uang $SG, jika tak ada uang pas, maka akan keluar kembaliannya. Smart Card dengan tujuan yang tepat pun sudah kita peroleh. Hati-hati, jangan salah turun stasiun, bisa jadi smart cardnya tak berfungsi ketika keluar.

MUSTAFA CENTER

Ternyata Mustafa Center tak seperti dalam bayangan saya. Mustafa, yang dulunya adalah seorang pedagang kaki lima dan diusir-usir Satpol PP-nya Singapura itu kini menjadi komplek belanja yang sangat besar. Serupa mall sendiri. Salut. Dan inilah salah satu Singaporean Dream, bahwa setiap orang yang bekerja keras, pasti akan menuai sukses. Mustafa Center wujudnya.

Kami pun belanja sepuasnya di Mustafa Center. Karena ada beda perilaku belanja perempuan dan laki-laki, maka kami janjian untuk bertemu di lokasi tertentu usai belanja selama 1 jam. Betul saja, ternyata, hanya dala waktu 30 menit, kami, para laki-laki, sudah bosan belanja, dan tak jago dalam menawar. Barang pertama yang kami temui dan sukai, ya langsung dibeli. Beda dengan perempuan, bisa saja menawar dulu, atau melihat-lihat di lokasi yang berbeda, siapa tahu menemukan harga yang lebih murah.

Ramai sekali Mustafa Center ini, nyaris seperti pasar malam. Dan inilah pusat belanja yang buka 24 jam; karena biasanya, pusat belanja di Singapura sudah tutup jam 22.00, apalagi di akhir pekan. Selain belanja, kami pun bisa menikmati makanan yang kebanyakan disajikan oleh orang India, seperti martabak dengan berbagai isi dagingnya. Enak, tapi gede banget porsinya.

Karena MRT terakhir jam 23.00, maka jam 22.30 kami sudah keluar dari Mustafa Center. Kembali menuju hotel. Ketika sampai kembali di Orchad Road, tak lupa kami berfoto untuk mengabadikan Orchad Road di malam hari. Indah, rapi dan tertata. Itulah kesan yang didapatkan.

Kembali ke kamar hotel, mandi air hangat dan langsung bersiap tidur. Malam pertama di Singapura, menjadi malam yang menyenangkan, mengeyangkan dan melelahkan.

Besok, kami akan mengunjungi Universal Studio Singapura di Sentosa Island. Pengalaman yang pastinya seru.

Saya pun tidur dengan penuh senyum.

Berlanjut ke tulisan bagian (2)

Virgiandra Arief Muhammad Sarbana

Hari Ibu ini menjadi istimewa, karena kehadiran putera kami tercinta, namanya Virgiandra Arief Muhammad Sarbana.

Masuk Rumah Sakit Bersalin Melania di Bondongan, Bogor jam 20.00, isteri saya langsung diperiksa. Kata susternya, belum apa-apa, belum ada tanda-tanda kelahiran.  Saya malah yang grogi dan deg-degan.

Kami kemudian memesan ruangan di Kelas I, Ruang Melati I. Ruangannya adem, enak dan nyaman. Malam ini, kami di kamar bertiga saja; saya, isteri dan mertua. Semalaman kami isi dengan pengajian saja. Supaya bisa menenangkan semua orang. Karena urusan kelahiran, yang ngga tenang bukan hanya yang akan melahirkan, tapi semua orang bisa ngga tenang. Maka, membaca Al Qur’an adalah salah satu cara untuk menenangkan diri sekaligus memohon pertolongan-Nya.

Berkali-kali mertua saya meyakinkan saya dan dirinya sendiri, bahwa masalah kelahiran adalah urusan kekuasaan Allah; dari sisi waktu, keselamatan, kelancaran, semuanya adalah hak prerogatif Allah. Makanya, lebih mendekat kepada Allah adalah cara utama untuk memperoleh keselamatan.

Continue reading

Be a CH4MPION

Menjadi CH4MPION adalah puncak prestasi seseorang. CH4MPION sejati adalah pemenang pertempuran–utamanya dengan dirinya sendiri–sebelum mengalahkan orang lain.

Sebagai social entrepreneur, saya mengaitkan CH4MPION ini dalam konteks social business. Social Business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sosial.

Dibutuhkan CH4MPION untuk mengelola sosial business. Ada makna, ketika saya menuliskan CH4MPION dengan 4M di tengahnya. Karena itulah inti CH4MPION. Apakah 4M itu?

1. Motor

2. Mentor

3. Mitra

4. Maestro

Saya jelaskan satu persatu ya….

MOTOR adalah inisiator kegiatan social business atau social movement di suatu wilayah. Bisa siapa saja, bisa kapan saja. Karena social business ini bukan seberapa banyak Anda memiliki pengetahuan, atau seberapa banyak Anda memiliki kekayaan. MOTOR adalah seberapa PEKA Anda dengan lingkungan sekitar, seberapa LUAS hati Anda terbuka untuk menyelesaikan masalah.

Menjadi MOTOR adalah panggilan ilahi yang memposisikan Anda untuk bersiap menukar waktu dengan kegiatan-kegiatan demi kepentingan orang banyak. Menukar kesempatan untuk kepentingan pribadi, dengan kesempatan berkontribusi.

MOTOR adalah pribadi pilihan yang terwarnai dengan semangat berbagi, semangat bersinergi dan semangat berkontribusi serta memberi solusi.

Konsistensi lah yang membuat MOTOR teruji. Waktu lah yang akan membuktikan. Semangat yang membuat MOTOR bernyali. Perubahan adalah sahabat abadi seorang MOTOR. Masalah adalah vitamin bagi MOTOR. Potensi adalah otot bagi seorang MOTOR.

Mengelola social business bukan perkara mudah, karena sejatinya seorang MOTOR seperti sedang merawat anak yang tumbuh berkembang dan menjadi solusi untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya. Di awal tumbuh kembangnya, social business memang perlu diasuh dan disuapi, akan tetapi, tantangan bagi seorang MOTOR adalah menjadikan project social businessnya tumbuh kembang menjadi dewasa dan solutif bagi lingkungan sekitar.

Sekali lagi; awal bergeraknya MOTOR adalah seberapa PEKA hatinya dan seberapa LUAS pikirannya terbuka. Insyaallah, seperti rumus Fisika, TEKANAN akan kecil, ketika GAYA (interaksi) dengan masalah disikapi dengan LUAS dan lapangnya hati.

MOTOR harus seperti gear di kendaraan, pergerakannya menggerakan banyak orang… MOTOR harus memiliki ION untuk meresonansi orang lain.

2. MENTOR

Mentor terkait dengan pengembangan kapasitas dan kompetensi. Menurut guru saya, Erie Sudewo dalam buku Character Building “karakter merupakan kumpulan sifat baik yang menjadi perilaku sehari-hari. Karakter itu pondasi sehingga dengan karakter apapun kompetensinya akan berdiri dengan baik dan benar. Kompetensi merupakan kemampuan mengemban tugas, menyelesaikan pekerjaan atau menangani persoalan.  Kompetensi ini tidak lepas dari dua hal yaitu ‘kapasitas dan kapabilitas’. Kapasitas diartikan sebagai daya tampung sementara kapabilitas sebagai cara mengelola kapasitas”

Seorang MOTOR membutuhkan MENTOR, karena tantangan yang dihadapinya dinamis dan seringkali membutuhkan kompetensi yang belum tentu dikuasai oleh MOTOR. Seorang MOTOR bukanlah tukang sulap atau superman, yang segala bisa dan memiliki kekuatan super; ia manusia buasa yang menjadi tempatnya banyak kelemahan. Kekuatan semangatnya lah yang membuat MOTOR membutuhkan MENTOR.

Tugas MENTOR adalah memberikan kunci bagi MOTOR dalam menyelesaikan masalah dan memanfaatkan semua peluang. Kunci/solusi bisa berasal dari luar diri atau dari dalam diri MOTOR. Oleh karena itu, MENTOR melakukan berbagai pendekatan untuk menggali potensi MOTOR. Jika tidak tahu, maka diberi tahu, sehingga terjadilan proses Mentoring. Akan tetapi, jika MOTOR sebenarnya memiliki solusi dalam pikirannya, tugas MENTOR adalah menggali, sehingga metode coaching yang dilakukan.

Seperti metafora dari sahabat saya, coach Lyra Puspawingrung, yang mengibaratkan: jika telur diketuk/dibuka dari luar, maka hanya akan menjadi telur ceplok atau telur rebus; akan tetapi jika telur dibiarkan terbuka dari dalam secara alamiah, maka telur itu akan melahirkan anak ayam dan sekaligus melahirkan kehidupan.

Area MENTOR mengembangkan kapasitas dan kompetensi MOTOR dari sisi Kepeloporan PERSONAL, Kepempimpinan ORGANISASI dan Kewirausahaan bersama MASYARAKAT. Kepeloporan, Kepemimpinan dan Kewirausahaan adalah amanah pemberdayaan kepemudaan yang tercantum dalam UU 40/2009 tentang Kepemudaan.

Simbol dari MENTOR adalah KUNCI.

3. MITRA

MENTOR membutuhkan MITRA untuk mengembangkan organisasinya. Mengembangkan organisasi bisa secara vertikal dan horizontal. Seperti layaknya spiral, yang terus berkembang secara bersamaan, ke atas dan ke samping.

MITRA mengembangkan organisasi yang dikelola MOTOR secara vertikal–tumbuh sehingga melakukan scaling up atau naik kelas mulai dari lingkup lokal, nasional, regional hingga internasional.

Saat yang bersamaan, MITRA juga mengembangkan program dan organisasi MOTOR secara horizontal, artinya pengembangan program dilakukan secara lateral, tujuan yang sama bisa dicapai dengan pendekatan yang berbeda.

KeMITRAan yang dibangun bisa bersinergi dengan MENTOR untuk memastikan MOTOR mampu mengembangkan program dan organisasnya semakin memberi manfaat yang luas. Awalnya bisa jadi hanya menyelesaikan masalah 1 orang atau 1 keluarga, kemudian berkembang menyelesaikan masalah 1 Desa hingga meluas di lingkup yang berbeda dan menyelesaikan lebih banyak orang.

Simbol MITRA adalah rantai; memastikan adanya koneksitas antara MOTOR dengan berbagai pihak untuk tumbuh kembangnya program dan organisasi.

4. MAESTRO

MOTOR membutuhkan MAESTRO sebagai inspirasi, teladan dan perwujudan sebuah visi. MAESTRO adalah role model yang telah memiliki ACHIEVEMENT sebagai perwujudan integritasnya, walk the talk-nya dan bukti keistiqomahannya melakukan perubahan.

MAESTRO menjadikan karakter bukan sekedar sebuah kata, akan tetapi bara yang menjadi api yang bisa membakar semangat banyak orang.

MOTOR membutuhkan MAESTRO untuk mengakselerasi perubahan yang dilakukannya, melihat lika-liku, hambatan dan ranjau-ranjau yang mungkin dihadapinya selama perjalanan.

Jika KLA Project pernah menciptakan lagu berjudul Saujana yang dalam bahasa sansakerta artinya adalah visi serta menggambarkan visi sebagai kemampuan melihat ujung dari sebuah tujuan yang ingin diwujudkan disertai dengan pengetahuan/informasi yang dimiliki selama perjalanan menuju visi yang diinginkan, maka MOTOR tak perlu menduga-duga selama perjalanan, tapi bisa belajar dari sang MAESTRO supaya perjalanan mewujudkan visi jauh lebih bermakna.

MAESTRO akan memberikan arah. Dan Arah jauh lebih penting dari kecepatan. Percuma saja MOTOR bergerak cepat, jika tak memikirkan arah yang akan dituju, hanya akan tiba pada tempat yang keliru.

Simbol MAESTRO adalah Kompas sebagai penunjuk arah.

MOTOR, MENTOR, MITRA dan MAESTRO adalah komponen penting jika Anda ingin menjadi CH4MPION. Saya ilustrasikan dalam gambar berikut ini:

Be a CH4MPION. Jadilah juara sejati yang jurinya adalah para malaikat Allah. Tak cukup menjadi AGENT of CHANGE, karena Agen bekerja sesuai perintah, akan tetapi jadila ANGEL of CHANGE, melakukan perubahan tanpa berharap pamrih dari manusia. Semata untuk menempuh perjalan kembali kepada fitrah-Nya.

Salam SOBAT dari DESA

#My10thBook

Kepologi

Berkeliling ke beberapa kampus di Yogjakarta, Jatinangor, Lampung, Palembang, Semarang, Bogor, Malang untuk bertemu dengan Kader Surau Yayasan Baitul Maal BRI merupakan berkah tersendiri.

Bertemu dengan anak-anak muda pemegang amanah masa depan bangsa ini, membuat saya tetap optimis untuk berbagi kisah, pengalaman dan sedikit ilmu.

KEPO-logi adalah materi yang saya sampaikan di setiap kesempatan berbagi bersama mahasiswa Kader Surau.

KEPO-logi memang dirancang sebagai ilmu untuk meng-KEPO masyarakat, supaya bisa berdaya saring, berdaya saing dan berdaya sanding.

KEPO-logi adalah singkatan dari:

Kondisi: bagaimana memahami kondisi riil masyarakat dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang tersambung antara pertanyaan satu dengan pertanyaan berikutnya. Ujungnya adalah kesimpulan tentang kondisi riil masyarakat saat itu. Berikut masalah dan potensinya.

Elaborasi: bagaimana mengkonfirmasi hasil pemahaman kondisi riil dengan data-data penunjuang. Konfirmasi bisa dilakukan melalui orang yang memiliki otoritas, atau akses terhadap data-data yang valid.

Peta: membangun peta sebagai hasil kombinasi antara kondisi dan elaborasi; sehingga dihasilkan peta utuh terhadapa kondisi riil, elaborasi, baik antara masalah dengan potensi yang masyarakat miliki. Syukur-syukur dari peta tersebut bisa digali potensi utama, atau bahkan penyelesaian masalah dengan mengandalkan potensi yang dimiliki masyarakat sendiri.

Organisasi: melakukan penyusunan rencana aksi dengan melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian yang sesuai. Organisasi berarti menyusun tim aksi untuk mengeksekusi semua rencana sebagai tindak lanjut dari kondisi, elaborasi dan pemetaan masalah dan potensi masyarakat.

KEPO-logi bisa jadi merupakan kombinasi antara PRA (Participatory Rural Appraisal), AI (Appreciative Inquiry) dan CI (Creative Inquiry); sehingga menghasilkan sebuah pemahaman yang utuh tentang masalah yang dihadapi oleh masyarakat, dan fasilitator memfasilitasi masyarakat supaya memahami masalahnya sendiri. Begitu juga dengan potensi yang dimiliki; dengan kejernihan pandangan dan pemahaman tentang potensi yang dimiliki itulah, lebih mudah untuk menyusun action plan yang menjadi tindakan nyata.

Kampung Warna Warni Ngalam

Akhir November 2017 ini saya berkesempatan mengisi pelatihan social business di Malang. Tentu saja, tak melewatkan kesempatan mengunjungi salah satu destinasi wisata disana; yaitu Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang.

Kampung bantaran kali yang disulap menjadi destinasi wisata hanya dengan melakukan tranformasi rumah-rumah yang awalnya kusam dan kumuh, berubah total menjadi rumah berwarna-warni.

Tentu saja, tak cuma rumah, gang, teras saja yang berubah; tetapi orang-orangnya pun turut berubah. Yang awalnya mungkin tak peduli kebersihan, kini sangat peduli kebersihan, sehingga disana-sini lingkungan bersih berkat partisipasi warga.

Tak hanya itu saja, ongkos masuk yang Rp 5.000 untuk 2 wilayah RT, rasanya tak seberapa dibanding pengalaman menelusuri rumah demi rumah, gang demi gang yang kini menjadi perhatian wisatawan lokal dan manca negara. Bule-bule bisa dengan santai makan olahan tradisional yang disajikan warga, sementara anak-anak remaja banyak yang melakukan selfie, dimana pun mereka mau’ walaupun ada beberapa spot yang jadi tempat favorit; seperti jembatan kaca, atau destinasi yang disediakan oleh warga.

Jika dihitung pengunjung per bulannya kira-kira 5000 org dengan uang masuk Rp 5000; maka pendapatan dari uang masuk saja Rp 25.000.000 untuk 2 RT tersebut. Lumayan untuk warga bantaran kali yang sebelumnya hidup tak memanfaatkan keunggulan wilayahnya.

Itulah transformasi. Itulah perubahan. Dan perubahan terbaik adalah ketika penerima manfaatnya adalah warga setempat. Terima kasih juga untuk para mahasiswa yang telah merintis perubahan ini.

Aduhai Dubai

Semua berawal dari seorang teman yang hadir ‘tiba-tiba’ ke YatimOnline. Tujuannya untuk silaturahmi sekaligus ingin mengetahui cerita dibalik gerakan YatimOnline yang memang sering muncul beritanya di social media.

Sambil silaturahmi, teman saya yang juga seorang pekerja televisi, membawa kamera dan melakukan wawancara, tujuannya hanya untuk dokumentasi pribadi saja. Dalam wawancari itulah, saya mengungkapkan tentang apa yang YatimOnline lakukan dan apa yang ingin kami wujudkan; salah satunya adalah membangun ‘Balai Latihan Kerja Wirausaha Yatim Dhuafa’.

Teman saya, yang ternyata sedang mengerjakan project reality TV show memberikan informasi tentang lomba pidato I am President yang audisinya diadakan di 12 kota di Indonesia, salah satunya Jakarta. Hadiahnya 1 Miliar. Wow!

Tanpa pikir panjang, saya langsung menyanggupi untuk mengikuti audisi dan berjanji untuk berusaha keras untuk mengikuti setiap persyaratan kompetisi I am President audisi Jakarta.

Tujuan utamanya tentu saja mengumpulkan dana untuk pembangunan BLKW Yatim Dhuafa yang merupakan bagian dari mimpi besar YatimOnline.

AUDISI JAKARTA

Saya kemudian mencari informasi tentang kompetisi I am President, dan ternyata kompetisinya adalah lomba pidato 3-5 menit tentang visi misi seandainya kita sudah menjadi Presiden; bukan untuk pencalonan sebagai presiden. Wah, luar biasa!

Saya langsung menyusun konsep pidato—karena kebetulan saya pernah menjadi speech writer untuk salah satu tokoh pemuda nasional. Kini, saya menulis pidato untuk diri saya sendiri.

Yang menarik adalah, ternyata, selain hadiah uang yang lumayan besar, ternyata ada hadiah Study Tour ke Dubai! Kota yang mengalami transformasi luar biasa selama 20 tahun, dari Dubai Lama menjadi Dubai baru yang luar biasa dan menyedot perhatian dunia.

JAdi, kompetisi I am President, bukan hanya kompetisi pidato dan retorika, tapi juga kompetisi tempat pesertanya belajar langsung tentang perubahan dan transformasi luar ekonomi luar biasa yang bisa memajukan negara sekaligus mensejahterakan rakyatnya dan menjadi ikon dunia.

Alhamdulillah, saya akhirnya lolos dan menjadi peserta terbaik untuk kompetisi Jakarta dan berhak maju ke babak berikutnya, yaitu babak 35 besar yang mempertemukan para peserta dari audisi berbagai kota (Surabaya, Jakarta, Pontianak, Bandung, Palembang, Kampus UI).

BABAK 35 BESAR

Pada babak 35 besar, kompetisi dilakukan lebih ketat. Ujungnya tetap satu, penampilan pidato selama 3 menit di hadapan audiens. Selama karantina dan lomba, peserta harus berpidato 4 kali; mulai dari pidato yang umum, tematis, debat hingga pidato pamungkas yang akan meloloskan 10 peserta yang akan study tour ke Dubai dan Abu Dhabi, untuk belajar langsung tentang transformasi ekonomi yang menghasilkan kesejahteraan.

Teman-teman 10 besar itu adalah Sherly (Aceh), Faisal (Yogja), Baban (Bogor-Jakarta), Agung (Jakarta), Saiful (Bandung), Heard (Manado), Rijal (Surabaya), Isna (Surabaya), Yandi (Pontianak), Nachong (Makassar)

13665538711543339293

Alhamdulillah, saya lolos 10 besar dan berhak untuk ikut study tour ke Dubai. Yang lebih membahagiakan lagi, perlahan saya mulai tahu, apa hubungan YatimOnline dengan visi yang saya pidatokan. Seolah ini lompatan pemikiran luar biasa, untuk membangun koneksitas tentang desa, Indonesia dan dunia, sekaligus. Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan kesempatan luar biasa untuk memberi jalan bagi pengabdian hamba-Mu yang fakir ilmu ini.

Saya kemudian menemukan formula “Indonesia Menjadi Negara yang Maju, Sejahtera dan Bahagia”; yang bukan hanya barisan kata dalam pidato, tapi kini menjadi peta baru bagi YatimOnline untuk memberikan kontribusi sesungguhnya bagi negeri tercinta dan agama yang telah memberikan arah kehidupan kami.

Kini, bagi saya, I am President bukan lagi hanya kompetisi lomba pidato, tapi sebuah ‘akademi kepemimpinan’ yang secara drastis mampu mengarahkan mindset pesertanya untuk lebih tajam dalam memformulasi pemikiran dan kontribusi bagi bangsanya.

STUDY TOUR KE DUBAI: SEEING IS BELIEVING

Minggu, 21 April 2013, 10 pemenang I am President terbang ke Dubai, seperti mengendarai mesin waktu; dari Jakarta yang punya Gubernur jokowi dengan visinya Jakarta Baru, tapi masih dalam wacana dan pergerakan awal, kami akan menuju Dubai baru yang dalam 20 tahun mengubah dirinyadari kota gurun pasir dengan persediaan minyak bumi yang terbatas, menjadi kota tujuan wisata, ajang olahraga kelas dunia dan pilihan investasi terbaik karena kebijakan pemerintahnya yang ramah dengan investasi.

Saya sudah senang akan adanya seorang Jokowi dengan gagasan Jakarta Baru dan mungkin nanti menjadi Indonesia Baru; tapi kini saya mendapat kesempatan untuk belajar langsung, melihat langsung, bertanya langsung dan menikmati langsung Dubai Baru.

Seeing is Believing. Setelah melihat, baru saya akan percaya.

Sekali lagi, terima kasih Tuhan, telah memberikan jalan untuk membangun visi YatimOnline, tidak hanya untuk desa, tapi kini untuk Indonesia dan dunia.

13665528571361337930