Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Category:

Jalan-jalan

MU dan KPU

Tanggal 20 Juli 2009, rencananya MU akan tanding melawan Indonesia All Stars. Bayarannya tak sedikit, tapi EO-nya yang digawangi oleh Agum Gumelar meyakinkan bahwa kunjungan MU ini adalah upaya untuk meningkatkan citra Indonesia yang baik di dunia internasional.

Agum Gumelar berencana untuk mendatangi KPU, karena 3 minggu sebelum pelaksanaan, Stadion Gelora Bung Karno harus steril, tak digunakan untuk kampanye Pilpres. Belajar dari pemilu legislatif, penggunaan stadion menghancurkan rumputnya; sehingga tak layak untuk digunakan sebagai sarana pertandingan internasional.

MU datang untuk memberikan gambaran kepada dunia, bahwa Indonesia negara yang baik-baik saja. Untuk mewujudkannya, EO pertandingan ini mendatangi KPU, supaya rencana besar itu tak terganggu. Semoga saja, KPU kali ini konsisten dengan apa yang diputuskannya.

KPU sebenarnya punya peluang untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia baik-baik saja. Akan tetapi karena kekerdilan pikiran dari pengurusnya, maka KPU tak bisa menunjukkan performa yang baik, malah keputusannya penuh kontroversi.

Untung saja panitia pertandingan tak meminta KPU sebagai wasit di pertandingan itu. Kalau jadi wasitnya, jangan-jangan KPU menghentikan pertandingan di menit yang tak seharusnya, atau sembarang saja memberikan kartu merah dan kuning; seperti yang dilakukannya pada pemilu legislatif lalu.

MU dan KPU; keduanya adalah upaya untuk menunjukkan Indonesia baik-baik saja. Semoga MU bisa datang, bermain dan semua senang; karena KPU sama sekali tak membuat rakyat senang; hanya pihak yang dibela oleh KPU saja yang sekarang jadi jumawa.

Situ Gintung, Caleg dan Cari Kamera

Situ Gunung jadi headline berita. Masyarakat kena bencana dan menderita. SBY dan JK bisa bertemu di rumah makan, membahas tuntas masalah. Hebat, RI 1 dan RI 2 bisa terjun langsung ke lokasi bencana. Bertemu untuk memberikan solusi.

Para caleg cari kamera. Muncul dimana-mana. Memang kamera bisa meliput bencana dan tentu saja mereka yang sengaja mencari kamera.

Niat baik, sekali lagi diuji. Kampanye jadi bukti. Momennya identik dengan cari kamera, supaya mereka jadi berita.

Tak salah SBY dan JK datang langsung ke lokasi. Semoga tak dijadikan domplengan menjelang kampanye, tapi tulus menyelesaikan masalah yang berakar pada tak akuratnya pembangunan disana.

Berhitung Sebelum Berhutang

Suami isteri itu memiliki 3 anak. Yang sulung, kelas 2 SMA, tak lagi bisa berangkat sekolah, karena tak ada ongkos sehari-hari yang satu kali jalan Rp 12.000; yang tengah, kelas 1 SMP, bersekolah dengan berjalan kaki; yang bungsu, masih usia balita, tak sempat masuk PAUD.

Petaka datang ketika suami isteri itu meminjam uang kepada seorang rentenir, 120 juta rupiah, untuk membangun usaha. Sang isteri yang berbisnis arisan lebaran, memiliki klien 1000 orang di kampungnya. Uang itu tadinya untuk membuka warung plus melancarkan bisnis arisan lebarannya.

Continue reading

Karena Namanya Fathurrahman

Sampai di Incheon, bandar udara Korea Selatan jam 10.00. Saya dan Misbach langusng menuju ke pengambilan bagasi. Fathur rupanya diinterogasi di kantor imigrasinya. Satu jam lebih di dalam sana. Saya dan Misbach menduga-duga, mungkin karena namanya, Fathurrahman, yang mirip-mirip dengan orang yang sedang diawasi oleh pemerintah Korea Selatan, dan diberitakan datang ke Indonesia.

Untung nama saya Baban Sarbana, kecuali ada nama orang yang mirip dengan nama saya, dan kebetulan dia melakukan sesuatu yang membuatnya ditandai oleh dunia internasional.

Continue reading

Keimanan itu Kerasa…Keislaman itu Kelihatan

Menunggu kereta menuju Cheonan di Korail, Seoul.Semua peserta training for youth worker at NYC South Korea istirahat di kantin. Saya agak menyingkir, karena saat itu sedang berpuasa Ramadhan. Dari 11 orang peserta, 5 orang muslim; tiga dari Indonesia, 1 dari Malaysia, 1 dari Philipina.

Kawan saya, Check Lim, asal Kamboja, menghampiri. Check Lim adalah peserta paling senior dan paling sering keliling negara-negara ASEAN. Kita menjulukinya “Mr. “On Behalf”, karena selalu mewakili para peserta training dalam forum-forum resmi.

Check Lim memang punya keingintahuan yang tinggi. Saya yang sedang mengutak-atik komunikator dihampirinya.

(Percakapan sebenarnya dalam bahasa Inggris, tapi saya translate ke bahasa Indonesia)

Continue reading

Pemuda Indonesia Paling Tua

Ini pengalaman saya waktu ikutan Youth Worker Training Program di Cheonan, South Korea….

Kegiatan diadakan di National Youth Center of South Korea. Diikuti oleh 7 negara. Kami, dari Indonesia diwakili oleh 3 delegasi, saya, Fathurrahman dari Kemenegpora, dan Misbach Fikrianto dari Sekolah Rakyat.

Dalam salah satu sesi, ada presentasi peserta dari berbagai negara. Hari ini kita presentasi ttg Youth Policy di Indonesia, sambil mendengarkan apa yang dijelaskan oleh delegasi dari negara lain.

Walaupun secara formal kita ngga ada bekal tentang Youth Policy, tapi, dengan adanya internet, kita bisa menjadi “pengarang” yang bagus. Memang rumusan tentang Indonesian Youth Policy belum ada. Kalaupun dalam bentuk Rancangan Undang-undang, katanya nyasar entah dimana. So, bagaimana mau menyelesaikan masalah, kalau rancangan youth policynya saja tidak ada? atau memang kami yang tidak tahu?

Continue reading