Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Category:

Kisah Inspiratif

Pidato Barack Obama di Jakarta – Bahasa Indonesia

GEDUNG PUTIH – Kantor Sekretaris Pers

PIDATO PRESIDEN BARACK OBAMA DI JAKARTA

Terima kasih, terima kasih, terima kasih banyak, terima kasih untuk anda semua.  Selamat Pagi.  (tepuk tangan).   Sungguh menggembirakan berada disini, di Universitas Indonesia.  Kepada para dosen, staf dan mahasiswa, dan kepada Dr. Gumilar Rusliwa Sumantri, terima kabih banyak atas keramahtamahan anda. (tepuk tangan)

Assalamualaikum dan salam sejahtera.  Terima kasih untuk sambutan luar biasa ini.  Terima kasih kepada rakyat Jakarta dan terima kasih kepada rakyat Indonesia.

Pulang kampung nih. (tepuk tangan).  Saya sangat gembira kembali berada di Indonesia dan bahwa Michelle sempat menemani saya. Kami menghadapi beberapa pembatalan tahun ini, tetapi saya bertekad untuk mengunjungi negara yang punya arti sedemikian besarnya untuk saya. Sayangnya, ini merupakan kunjungan yang relatif singkat, tetapi saya berharap bisa datang kembali setahun dari sekarang, saat Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Timur. (tepuk tangan)

Continue reading

Pahlawan U-30

Selamat hari Pahlawan…

Kita selalu melihat ke belakang, ketika bicara soal pahlawan. Saya tak akan bahas soal calon pahlawan yang masih kontriversial; saya ingin fokus bahas tentang Pahlawan U-30; para tokoh pejuang yang wafat sebelum menginjak usia 30 tahun…

Ya… usia 30 tahun adalah usia yang relatif muda; akan tetapi, bagaimana memanfaatkan usia tersebut untuk sebesar-besar kebaikan umat; dan meninggalkan nama, inspirasi dan semangat untuk melakukan perubahan.

Sebut saja Daan Mogot, yang selama ini dikenal orang sebagai nama jalan. Padahal sesungguhnya Daan Mogot adalah seorang pahlawan nasional yang di usia 17 tahuh sudah jadi Mayor dan di usia 21 tahun sudah membangun Akademi Militer Tangerang; serta wafat di usia 23 tahun.

Continue reading

Obama: Antara Jembatan dan Dinding

Kunjungan Obama hari ini diliput media. Kemacetan Jakarta luput dari mata Obama, tapi jadi bagian dari warga Jakarta sejak pagi hari. Padat merayap. Jalan tol bagai lapangan parkir, karena mobil nyaris tak bergerak.

Jamuan makan malam dengan bertukar pidato penyambutan, membuat saya terharu, ketika SBY dengan mengejutkan memberikan penghargaan Bintang Jasa kepada Stanley Ann Dunham, ibunya Obama atas jasanya dalam pengembangan microfinance di Indonesia (khususnya Jogjakarta).

Menyentuh.. penuh perasaan. Karena presiden kita juga mudah tersentuh dan sangat didominasi perasaan.

Continue reading

Haji Liar? Naik Haji Jika Mau

Agak terganggu telinga dan otak saya pagi ini. Bukan.. saya masih normal kok. Terganggu dengan istilah yang ditampilkan di sebuat acara news televisi; tentang orang-orang yang pergi haji dari Indonesia tanpa melalui Departemen Agama dan menggunakan visa wisata. Oke lah kalau mereka ditegur; tapi mbok ya jangan diberi istilah Haji Liar..

Siapa tahu, justru yang seperti itu yang menjadi Haji Mabrur? Toh mereka melakukan perjuangan; dan tak putus asa untuk naik haji. Walaupun bisa jadi mereka berangkat melalui travel tak resmi.

Istilah Haji Liar itu khan bisa diberi nama lain yang tak menganggu, misalnya Haji Non Quota. Lebih enak gitu kedengerannya.

Saya tak tahu, apakah Tuhan ketika di akhirat nanti, melalui malaikatnya akan bertanya..

“Haji kamu pake Depag apa nggak?”

Continue reading

Pemuda Indonesia ke Pentas Regional

Bumi rasanya sempit sekali. Pagi buta sudah keluar dari rumah, menuju bandara Sukarno Hatta; memenuhi janji untuk menemani Ketua Karang Taruna Indonesia (Katar) sebagai pembicara pada acara Asian Youth Business Conference & Trade di Putrajaya, Kuala Lumpur Malaysia.

Perjalanan di pagi sekali membuat mata masih mengantuk. Sholat shubuh di pesawat dan melanjutkan obrolan tentang persiapan materi untuk disampaikan siang nanti; judulnya “Agricultural Potential in Indonesia”.

Ya, Taufan EN Rotorasiko, Ketua Umum Karang Taruna Indonesia akan menyampaikan materi tentang potensi investasi pertanian di Indonesia; dan karena pekerjaan saya yang memang sudah lama dijalani, yaitu menjadi desainer materi presentasi, membuat saya mendapat keberuntungan berangkat ke Malaysia.

Continue reading

Processor itu Bernama Sumpah Pemuda

sp02

Oktober 2010 ini sama sekali berbeda dengan tahun sebelumnya. Aktivitas social media saya bertambah; tak hanya ngeblog, facebook; dan juga twitter. Terasa betul era Web 2.0 ini membuat dunia makin dekat’ bahkan borderless.

Saya akan menceritakan aktivitas yang semuanya ternyata terkait dengan Sumpah Pemuda, utamanya di era 2.0 ini.

Rabu, 27 Oktober 2010

Rabu pagi saya berangkat menuju Yogyakarta, menjadi bagian dari tim manajemen Helmy Yahya yang akan memberikan materi dalam seminar kreativitas dan kewirausahaan di Universitas Negeri Yogyakarta. Saya berangkat lebih dahulu. Sampai di Yogyakarta, berita tentang meletusnya gunung Merapi sedang mencapai puncaknya; apalagi disertai dengan berita wafatnya Mbah Marijan, sang penjaga kunci Gunung Merapi. Ketika tiba di Bandara Adi Sucipto; banyak penumpang yang berkumpul menonton berita dari televise. Selamat jalan Mbah Marijan.

Continue reading

Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Gunung Merapi meletus lagi. Lebih keras!

Apakah Gunung Merapi bersalah? Tidak! Gunung Merapi adalah makhluk Allah yang tunduk pada perintah-Nya dan memiliki mekanisme alamiah. Tak salah jika Gunung Merapi menjadi gunung berapi paling aktif di dunia.

Cerita tentang korban, kedatangan SBY yang makan nasi bungkus di pengungsian, hingga seputar pengganti Mbah Marijan sebagai juru kunci adalah bagian dari penyikapan manusia terhadap mekanisme alamiah dari meletusnya Gunung Merapi. Sebuah televisi swasta malah membuat episode infotainment khusus soal pengganti almarhum Mbah Marijan ini. Semoga Mbah tenang di alam sana; sedang hangat dalam pelukan Allah.

Bencana adalah sebuah kata, yang disematkan oleh manusia; kadang pada objek yang salah. Seorang menteri mengaitkan bencana alamiah ini dengan perilaku manusia; mungkin iya, mungkin tidak. Tapi, rasanya, ada juga bencana alam yang tak terkait dengan perilaku manusia, ya memang terjadi karena usia atau kehendak Allah semata.

Ada juga tokoh pimpinan lembaga tinggi negeri ini yang mengatakan bahwa sudah menjadi risiko bagi orang Mentawai terkena dampak bencana. Ya.. bencana bisa terjadi, tapi tugas pemerintah untuk mengelola kebijakan dan mekanisme kependudukan agar penduduk itu tak jadi korban.

Continue reading

Dua Mimpi Beda Aksi: Sumpah Pemuda dan Sumpah Palapa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan—mulai dari Sriwijaya, Majapahit, Kutai, Pajajaran, dan kerajaan lainnya. Buktinya nama-nama kerajaan tersebut menjadi nama yang sampai saat ini menjadi nama-nama yang melegenda dan biasanya mewakili kebesaran sejarahnya itu sendiri. Palembang dikenal dengan bumi Sriwijaya, Sunda dikenal dengan nama bumi Pajajaran atau bumi Parahyangan.

Apa yang istimewa dengan kerajaan tersebut? Selain sebagai pusat kekuasaan dan pusat ilmu, kerajaan-kerajaan tersebut juga mewariskan spirit.

Continue reading

Mbah Marijan dipeluk Allah

Kejadiannya hampir bersamaan. Merapi menyembur; mentawai

menggelora. Banyak nyawa melayang.

Bangsa ini berduka. Alam memiliki mekanismenya; manusia
seharusnya mengikuti mekanisme alam. Ketika alam dikhianati, maka bencana yang seharusnya
tak terjadi pun akan menerpa.

Continue reading

Air Mata Pak Beye

Menangis lagi… tak cukup jika hanya berwajah sedih…

Bogor Kota Hujan, bertambah dengan hujan air mata.

Ya.. presiden yang didukung 60% rakyat itu menangis..

Walaupun oleh pakar bahasa tubuh, dikatakan bukan menangis, tapi terharu.

Apa pun… ada air mata, ada wajah sedih.

Beberapa orang menganggapnya sebagai pencitraan.

Padahal, menjadikan rakyat sejahtera adalah pencitraan yang sangat bagus. Tak perlu bayar orang PR yang bagus. Sejahterakan saja rakyat; maka pengakuan manusia di dunia dan Penguasa di dunia dan akherat akan menyukainya.

Jangan menangis Pak Beye. Rakyat sudah banyak yang menangis.

Bangkitlah… Rakyat butuh pemimpin yang tegar untuk membuat mereka sejahtera.