14

Jun 2009

Cap Cay Cap Cus

Malam minggu, saya dan isteri iseng pengen makan di luar. Nyari makanan yang bersayur. Andra, anak kami agak berkurang minat minum ASI-nya, karena bundanya banyak makan daging. Mungkin ngga enak rasanya kalau makan daging melulu. Dengan makan sayur, sepertinya akan meningkatkan nafsu minum ASI dari Andra.

 

Kami pergi ke sebuah rumah makan yang masih baru. Duduk, memilih menu dan langsung memesan cap cay, makanan yang mengkombinasikan aneka sayuran. Saya sih pesan sop iga, makanan favorit. Tumben, malah makanan cap say dulu yang selesai dan siap disajikan. Jadi inget, wanit-wanit teman, kalau di restoran, makanan terlalu cepat disajikan, kudu mikir juga, jangan-jangan itu makanan, tinggal ditambahin ini itu, langsung disajikan. Hehehehe.. tapi, kami husnudzon saja, dengan cap say cap cus tadi alias cap cay yang cepet banget dibuat dan disajikan.

 

Beberapa menit kemudian sop iga pesanan saya pun datang. Kami pun makan. Setelah merasakan suapan pertama, kami saling melihat dan langsung senyum-senyum. Ternyata, makanannya ngga terlalu enak. Rasanya rada-rada aneh. Isteri saya bilang, karena lada yang digunakan bukan yang ditumbuk, tapi serbuk yang ditambahkan, bukan dimasak barengan.

 

Akhirnya, malam minggu yang rencananya jadi malam yang enak, karena makan di luar, jadi ngga enak, karena makanannya ngga enak. Cap cus, kami pun makan dengan cepat dan segera pulang. di perjalanan, isteri saya bilang, besok subuh mau beli sayuran di pasar, buat bahan-bahan bikin cap cay sendiri. Cap cay cap cus tadi ngga enak dan sebagai isteri yang pinter masak, isteri saya merasa tertantang untuk membuat sendiri. Saya sih ya senang saja, karena, masakan isteri selalu lebih enak dari masakan yang kami beli di restoran. Kalau kami keluar rumah, memang hanya ingin variasi saja.

 

Besoknya, pagi-pagi banget, kami ke pasar, beli aneka sayuran, udang, daging, jamur. Sampai di rumah, isteri langsung membuat cap cay versi Ciapus. Hmm.. saya tinggal nunggu saja, sambil bermain bareng Andra. Isteri saya memang ngga nyerah kalau ngerasain makanan yang ngga enak, apalagi harus beli; biasanya dia penasaran untuk buat sendiri, dan saya juga penasaran untuk merasakan masakan hasil ke-penasaran-an isteri.

 

Agak lama, ngga cepet-cepet, cap cay pun jadi. Isteri saya juga suka dengan fashion on food, bukan hanya enak rasa, tapi juga tampilan penyajian dia pikirkan.

 

Cap cay pun dihidangkan, rasanya beda banget. Luezzzaaaaat. Bukan karena yang masak isteri, tapi emang rasanya beda banget dibanding cap cay cap cus tadi malam.

 

Hmmm… enak juga punya isteri pinter masak, bisa hemat, bisa makan di rumah, sambil jaga anak, bisa ada alasan untuk memuji isteri. Jusuf Kalla saja senang isterinya pinter masak.

 

Hari minggu ini pun menjadi week-end yang menyenangkan, dihabiskan di rumah, bareng dengan keluarga, menikmati cap cay non cap cus.

 

One thought on “Cap Cay Cap Cus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *