Hari tenang yang sebenarnya tegang. Kalkulasi kapankah break event point setelah biaya yang dikeluarkan mungkin jadi pertimbangan. Tenda-tenda sudah banyak didirikan sebagai TPS. Kalau kata Fasial Basri yang pernah melihat pemilu di negara tetangga, TPS itu menggunakan fasilitas publik yang memang diliburkan. Bangsa Indonesia memang jago menciptakan biaya, kata Faisal Basri, semalam, di Economics Challenge Metro TV.

Beberapa jalan sudah lengang dari spanduk dan baliho. Yang ramai malah sms dan aneka status dan note di facebook, promosi partainya masing-masing.

Bagaimana dengan para caleg? banyak yang konsolidasi, menimbang-nimbang kemungkinan, termasuk ketidakjelasan pengelolaan pemilu oleh KPU, yang disalahsatu surat kabar disebut sebagai Komisi Paling Uancurrrrrrr. DPT masih banyak bermasalah, transparansi tak ada.

Apa pun, like or dislike, this is our country. Tanggal 9 April akan menentukan masa depan. Yang nyontreng, salah nyontreng, tidak nyontreng, sengaja salah nyontreng, tak sengaja salah nyontreng, semuanya punya kontribusi untuk menentukan nasib para caleg, apakah mereka kembali ke kehidupan semula ataukah menghuni Senayan (karena terpilih), Cipinang (karena melanggar) atau RSJ Grogol (karena stress dan depresi)…

One thought on “Caleg Destination: Senayan, Cipinang atau Grogol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *