Bu Mega bilang di ‘markasnya’, yang diliput media dalam dan luar negeri, bahwa pemerintahan SBY itu memperlakukan rakyat seperti memainkan yo yo.. turun naik…

Bu Mega pikir, yo yo itu hanya berfungsi sebagai mainan anak-anak.

Padahal, abad 16,  di Philipina, yo yo itu digunakan sebagai senjata lho Bu…

Jadi, mungkin turun naiknya rakyat itu, dalam pola pikir abad ke-16, adalah senjata buat SBY supaya bisa klaim ketika turun dan pasrah ketika naik. Waktu BBM turun yang ngumumin Presiden tuh.. waktu naik, kok yang ngumumin menteri….

Siapa pun yang nanti jadi presiden.. (eniwei, jadi ngeri kalau Golput sekarang, bisa masuk neraka lho, karena haram), jangan main yo yo ….ya?

Salah motif, (turun naiknya) yo yo itu bisa jadi fungsinya bukan mainan anak-anak lho, tapi jadi senjata…

One thought on “Bu Mega dan SBY: yoyo juga senjata lho, dulu!

  1. hehe.. dosa tuh gara2 golput.. wkwkwkwk..

    tapi emang ada pendapat skeptik mengenai naikturun harga bahan bakar kemarin itu akal2annya si jusup kala yang tukang dagang..

    hehe..

  2. ah mega ga ada beda ma ibu2 di kompleks yang suka gosip 😀

    Jeng.. saya setuju banget…. ngga comfort kalau dengerin bu Mega ngomong..sekarang dia malah dikatain Gangsing.. muter mulu, tapi ngga kemana2… wah..wah…. kalau liat aja tuh para interviewer ngobrol dengan bu Mega di TV… kalau lagi wawancara bu Mega, pada sutrisna…..

  3. OMONG KOSONG SBY vs BUALAN MEGA

    Dengan nama rakyat, Susilo Bambang Yudhoyono ataupun Megawati menjadikan rakyat sebagai barang dagangan kampanye politik 2009. Satu persatu rangkaian kata hingga terkumpul 41,1jutajiwa(21,92%) rakyat miskin merupakan nilai fantastis untuk dijadikan bahan kampanye.

    Lantas, “apakah yang sudah mereka lakukan untuk mengurangi kemiskinan??!!”

    “Apakah kebijakan mereka selama ini berpihak pada kemiskinan??!!”

    Dan sekarang, demi kekuasaan 2009, mereka menjual nama kita. Semua atas nama dan demi nama rakyat.

    “Apakah pantas rakyat dijadikan objek kampanye??!!”

    “Apakah rakyat hanyalah bahan pemanis indah peraih kekuasaan??!!”

    renungkanlah;

    “siapapun presidennya, rakyatlah yang akan menderita, karena rakyat hanyalah tumbal demokrasi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *