Bikinin Blog buat Orang Kamboja

Kapan saya mulai nge-blog? Sejak kelahiran anak saya, Virginahlya Hilmarani, 20 Oktober 2006. Tujuan saya hanya ingin berbagi kebahagiaan kepada dunia. Setahu saya, postingan pertamanya adalah SMS dari teman-teman yang mengucapkan kelahiran dari beberapa teman. Blog itu saya buat agar suatu saat nanti ketika dia dewasa, catatan diblog itu jadi sejarah bagi anak saya. Nyatanya, nge-blog emang kudu tekun. Blog saya yang beralamat di www.abeevirgi.blogspot.com, akhirnya terbengkalai.

 

Kapan saya mulai nge-blog lagi? Mulai aktif lagi ketika saya berada di Cheonan, Korea Selatan, November 2007. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan keluarga saya. Hehehehe, padahal isteri saya juga bukan pengguna internet, jadi tujuan itu tidak tercapai. Saya tetap posting keseharian saya disana. Kebetulan saya menempati kamar asrama yang punya fasilitas wifi. Bisa nge-blog tiap malam.

 

Ada satu hal yang saya ingat, ketika itu teman saya dari Kamboja, namanya Check Lim, malah minta dibuatkan blog. Mungkin di Kamboja sana, blog belum jadi trend. Sebelum saya buatkan blognya, saya juga membuatkan alamat email. Busyet.. hari gini ngga punya alamat emal? Kemudian Saya buatkan alamat blognya www.limcheck.blogspot.com. Sampai sekarang blog itu seperti ketika saya buat. Tidak ada tambahan. Karena memang saya yang buat postingannya pertama kali. Sekali lagi nge-blog emang butuh ketekunan.

 

Kapan lagi saya mulai aktif nge-blog? Ketika saya bergabung dengan Blogor. Saya bertemu dengan kawan-kawan Blogor ketika akan menonton film Laskar Pelangi bersama keluarga. Saya surprise, karena di Bogor ada juga orang-orang yang peduli untuk berbagi cerita di dunia maya. Saya kaya anak ayam yang ketemu induknya. Segera saya kontak temen-temen di  Blogor dan mendaftar jadi anggota, dapet no anggota ke-65, lumayan lah, agak deket-deket sama persitiwa Gerakan 30 September 1965. Terima kasih ya temen-temen Blogor.

 

Saya membuat blog di blogdetik; karena saya ingin punya blog yang ngga pake wordpress or blogspsot. Melihat teman-teman yang ngeblog di blogdetik, kok asyik, ada ‘showroom’-nya, sehingga bisa melihat apa yang diposting oleh teman-teman lain. Pokoknya, ngeblog di blogdetik membuat saya punya focus untuk ngeblog. Nama pun muncul di benak, sesuai dengan yang saya inginkan. Terus terang saja, saat itu saya sedang intens membaca blognya www.radityadika.com; yang menghasilkan Kamabing Jantan. Saya pun memilih nama www.lebahcerdas.blogdetik.com. Hmm..lebah cerdas, nama yang semoga jadi tabungan amal dan pahala untuk hidup saya dan keluarga.

 

Sejak itu saya berusaha keras untuk menulis lagi. Saya baca buku Andreas Harefa, tentang “Menulis Buku Best Seller”, rupanya setiap hari, minimal satu ide tulisan dia selesaikan. Luar biasa. Saya juga baca novelnya Andrea Hirata, Maryamah  Karpov, sambil geleng-geleng kepala, baru kali ini beli novel Indonesia yang harganya Rp 79.900. Saya langsung nulis di wall-nya Mas Putut Widjanarko, komandan penerbit yang meluncurkan novel Andrea Hirata… “Novelnya bagus, harganya yang ngga bagus…heheheh”. Itulah demokrasi di ranah dunia maya.. bebas berekspresi.

 

Saya belajar cara menulis dari novel terbaik dan mulai membuka mata dan hati di lingkungan sekeliling. Menangkap makna yang nyata maupun tersembunyi. Terinspirasi betul saya dengan gaya bertutur sastra budaya-nya Andrea Hirata.

 

Ketika mata dan hati dibuka, saat itulah dunia menjadi seperti buku yang terbuka. Ide seperti oksigen buat saya. Menuliskan ide seperti bernafas jadinya.

 

Saya pun menuliskan masa lalu yang pahit, judulnya “Harga Diri dan Indeks Prestasi”, kisah ketika saya drop out dari IPB dan mengirimkannya ke www.twentea.com, dan hasilnya? Alhamdulillah, sebuah IPod sebagai hadiah. Senang rasanya bisa menuliskan pengalaman, sekaligus mendapat apresiasi dari tulisan.

 

Berikutnya, saya ikuti beberapa lomba penulisan, ada yang menang ada yang tidak. Kalau di blogdetik, pernah ikutan lomba Cinta Banget, Alhamdulillah dapat apresiasi juga, walaupun tak jadi pergi ke Malaysia atau Thailand. Tak apa, karena setiap lomba itu, jadi pemacu untuk lebih baik.  Kita jadi bisa mengukur kekurangan.

 

Walaupun tulisan itu di blog direspon dengan positif dan negative, saya tetap puas. Tidak terlalu bagus, tapi memuaskan. Pertama saya bisa mengeluarkan pengalaman yang menyesakkan, yang kedua kisah itu mendapat respon yang baik, dikasih hadiah lagi. Alhamdulillah.

 

Bersegera saya menangkap ide… seperti menangkap oksigen. Ketika naik kereta, saya melihat sekeliling, membuka mata dan hati,. Melihat segala sesuatu sebagai fakta dan menggunakan netralitas untuk mengungkapkannya menjadi tulisan.

 

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang pebisnis sukses di Kebayoran Baru, mengelola perusahaan minyak dan gas yang beromset trilyunan. Seharian saya mengikuti meeting demi meeting yang dilakukannya. Mulai dari rencana pelatihan hypnotherapy yang sudah dijalankannya selama 15 tahun, hingga proyeksi bisnisnya di tahun 2009.

 

Saya berpikir, ngapain saya disini, cuma jadi obat nyamuk saja.

 

Ketika pulang, dalam mobilnya kami ngobrol. Salah satunya tentang pengalaman ketika menjadi top leader di sebuah MLM berkelas dunia. Obrolan yang santai, sekilas, tapi menyentak saya. Kisah yang diceritakannya saya tulis di blog. (bisa dibaca di http://lebahcerdas.blogdetik.com/2009/01/11/hati-yang-tak-bersudut). Merinding saya ketika menuliskannya.

 

Cerita tentang Hati Tak Bersudut itu kemudian menjadi gagasan dari buku pertama dari blog lebah cerdas, yang berjudul sama. Alhamdulillah.

 

Saya upload di blog dan facebook. Komentar pun berdatangan. Semuanya merasakan hal yang sama ketika saya menulis. Merinding. Ada satu teman saya yang ikut berkomentar, yang kemudian saya ajak chatting. Mengucapkan terima kasih atas komentarnya di tulisan saya.

 

Rupanya, menulis dengan hati akan dikomentari juga dengan hati.

 

Ternyata, tulisan itu membuat ingatannya kembali ke Ibunya yang sudah meninggal beberapa waktu lalu karena penyakit kanker. Ada wasiat dari ibunya untuk menceritakan tentang pengalamannya ketika dirawat. Pengalaman yang menyenangkan bagi ibunya, karena cara anaknya merawat memang tulus dari hati yang paling dalam.

 

Rupanya, wasiat ibunya itu sempat dilupakan. Tulisan saya dib log dan facebook—yang memang dari hati—juga menyentuh hatinya dan menggerakannya untuk menuntaskan wasiat ibunya yang dianggapnya jadi hutang.

 

Kini, saya menemani sahabat saya untuk mengurai kisah care giver—orang-orang yang merawat orang sakit supaya mereka merasa nyaman menjalani sisa hidupnya. Saya terpacu untuk membantu dia memenuhi wasiat ibunya.

 

Menulis di blog dengan menggunakan hati, rupanya akan menyentuh hati yang membacanya. Ketika hati bertemu hati, maka berhati-hatilah, karena akan muncul interaksi yang ajaib, diluar perkiraan otak manusia. Jika yang bertemunya adalah hati yang tulus, maka akan berlimpah rahmat. Saya senang, karena bisa membantu seorang anak berbakti kepada orang tuanya yang sudah di alam baka.

 

Tulislah dengan tulus, maka kita pun akan memperoleh respon yang tulus.

 

Bagi saya, nge-blog belum berniat untuk berbisnis. Saya hanya ingin menyerap ide—yang bagai bsaja, tulisan-tulisan saya di blog adalah cicilan bagi buku saya kelak.

 

Saya ingat dengan ungkapan Tony Hsieh, CEO Zappo.com di talkshow Oprah Winfrey. Dia mengatakan: “Lakukan sesuatu yang Anda cintai, bukan untuk mengejar uang; paling tidak selama 10 tahun, maka uang dan sukses akan menjadi bagian dari usaha Anda tersebut.” Dahsyat!

 

So; menulis dan nge-blog adalah pilihan saya untuk berkontribusi, positioning saya sebagai manusia dalam rangka memberi manfaat bagi orang lain, dengan cara sederhana;  menuliskan apa yang saya rasakan, sambil berdo’a, semoga apa yang saya tulis memberi manfaat yang mencerdaskan.

 

Salam lebah cerdas. Beeeeeeeeeeeeeeeeeeeezzzzzzz

3 comments to “Bikinin Blog buat Orang Kamboja”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Erfano Nalakiano says: June 28, 2009 at 11:43 pm

    iya, mas saya merasakan itu. setelah membuat blog di blogspot gak ada kemajuan. AKhirnya setelah ikut pelatihan MAs baban di sekolah alam bogor, Akhirnya saya buat juga blog di blogdetik. Tiap hari saya posting! Saatnya mengejar ketertinggalan. Thank You untuk semangatny!!!!

  2. Saya seringkali kagum pada tulisan di blog Lebah Cerdas ini. Tulisan-tulisannya ringan, dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun Lebah Cerdas dapat mengangkat itu menjadi sebuah tulisan yang penuh makna. :)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.