Tim 8 bentukan Presiden SBY sudah melaporkan hasil temuannya. Tak guna melanjutkan kasus Bibit – Chandra; karena ada missing link, ada yang terputus dari alur pemberian uang suap; dari Anggodo ke Ary Muladi dan entah kepada siapa lagi.

Missing link itu yang kemudian dikenal dengan istilah MARKUS.. alias Makelar Kasus. Markus hanya eksis di lembaga yang memungkinkan kerakusan bisa memiliki tempat. Markus itu bukan makelar kasus, tapi manusia rakus. Oknum, Markus dan entah istilah apalagi dikemukakan oleh para orang pintar yang mendapat corong media.

Tetap saja, hari ini tikus-tikus itu belum dibasmi. Jaksa Agung berganti, Kapolri berganti. Tak ada yang bisa menyamai atau bahkan mendekati Alm Soeprapto (Mantan Jaksa Agung) dan Alm Hoegeng (mantan Kapolri) yang dalam tulisan “Pahlawan Antikorupsi” oleh Dr. Asvi Warman Adam direkomendasikan untuk menjadi Pahlawan Nasional hari ini di Media Indonesia.

Layak, karena mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki semangat kepahlawanan yang sudah menjadi bagian alam bawah sadarnya dan muncul dalam bentuk perilaku. Hingga Alm Hoegeng mengeluarkan semua perabot dari cukong-cukong tukang sogok dan meletakkannya di luar rumah, di jalanan; hingga Alm Hoegeng, saat menjadi Kepala Jawatan Imigrasi; menutup bisnis jual bunga isterinya yang ditakutkan menjadi pintu masuk bagi para rekanan yang berkepentingan dengan segala hal menyangkut ke-imigrasian.

Luar biasa.

Yakinlah, bahwa Alm Hoegeng memiliki semanga “bismillah”, melakukan segala tindakan atas nama kasih sayang Allah. Bahwa manusia hanyalah wakil Tuhan di muka bumi; bahwa manusia hanya bisa hidup dengan kasih sayang Allah.

Allah Maha Pengasih, bisa memberikan rezeki kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Anggoro dan Anggodo, kini entah dimana; mungkin sedang menikmati kemewahan. Sementara, ahli hukum Bambang Widjoyanto masih setia dengan kereta api dan menyempatkan untuk berbagi cerita dengan tetangganya di sebuah mesjid di sebelah rumahnya.

Anggodo dan Anggoro mungkin ‘dikasih’ harta yang banyak oleh Tuhan; tapi tak disayang, makanya hidupnya tak tenang.

Basmilah dengan Basmallah.

Bismillah, bukan sekedar ucapan menjelang makan atau menyembelih hewan. Bismillah adalah konsekuensi manusia sebagai hamba Tuhan, yang akan dinilai bukan dari apa posisinya di dunia; akan tetapi, apa yang dilakukannya dengan posisi tersebut.

Jika niat membasmi ketidakadilan tanpa Basmalah, sudah pasti mudah goyah; karena pada dasarnya manusia mudah tergoda; oleh apa pun. Kekuasaan pun bisa jadi godaan.

Yakinlah, bahwa para pahlawan; punya basmalah inheren dalam dirinya. Makanya namanya harum hingga sekarang; masih dikenal apa yang sudah diperbuatnya untuk negeri ini. Semua karena mereka semua menjadi representasi Tuhan yang Mencintai hamba-Nya.

Bismillah berarti Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Apa pun yang dikasih Tuhan, selama itu tanda sayang, insyaallah akan membuat hidup nyaman.

Bibit – Chandra sempat dibui, di-kriminalisasi; tapi karena disayang, masih terlihat senyum di wajah mereka, rona wajahnya masih menunjukkan keyakinan.

Basmilah dengan Basmalah; maka negeri ini akan disayang oleh Tuhan.

Selamat Hari Pahlawan. Selamat menjadikan semangat kepahlawanan sebagai bagian dari alam bawah sadar; dan menjadikannya sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

One thought on “Basmilah dengan Basmalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *