Pagi ini saya lihat status teman di FB..

“kereta error…katanya bisa sampai sebulan..padahal ini baru 2 minggu…”

Wah.. gawat juga nih..padahal siang nanti saya mau menggunakan kereta api, karena ada janji ketemuan dengan seorang teman.

Bismillah. Berangkat saja saya jam 11.00 ke Stasiun KA Bogor. Dan ternyata, kereta aman-aman saja. Rupanya, errornya pagi saja, ngga sampai siang.

Saya naik kereta ekonomi AC. Penuh tempat duduknya.

Berjalan ke gerbong paling depan, masih penuh juga. Berdirilah saya di dekat pintu keluar.

Kereta ekonomi itu ada 2 jenis kursi.. yang panjang, muat untuk 8-9 orang, yang pendek untuk 4 orang. Saya mulai menghitung, yang di dekat saya, seharusnya muat untuk 9 orang, tapi diduduki oleh 8 orang, padahal ngga ada yang gemuk. Ada 2 orang anak muda yang duduknya (maaf) kakinya lebar banget, alias kalau dirapetin dikit aja, bisa untuk duduk satu orang lagi. Tapi keduanya memilih untuk melebarkan kaki, mungkin nyaman dan semriwing rasanya duduk dengan cara seperti itu.

Beberapa orang yang lewat di depan mereka, tak diacuhkan, bahkan ibu-ibu yang biasanya dipersilahkan duduk sekali pun.

Kereta berjalan. Berhenti di stasiun pertama, masuklah beberapa orang ke gerbong tempat saya berdiri. Salah satunya, gadis berjilbab yang wajahnya lumayan manis (standar saya lho..hehehehe)…

Tiba-tiba saja, kedua anak muda itu kakinya (masing-masing) merapat, dan dengan ramahnya mempersilahkan gadis manis berjilbab itu duduk..

“Silahkan Mbak.. masih muat kok duduk disini…”

Tepat di antara kedua anak muda itulah, gadis manis berjilbab tadi duduk.

Saya ngeliatin aja. Paling ngga, hitungan saya bener tadi, bahwa sebenernya bangku panjang itu masih muat untuk 2 orang.

Tapi, ya… lumayan lah, anak muda itu ternyata baik juga, walaupun politis alias baik sesuai dengan keinginan mereka. Baik pilih-pilih maksudnya….Padahal di dekat gadis itu ada juga ibu-ibu yang berdiri.

Kereta berjalan lagi, saya tenggelam dengan bacaan koran yang ada di tangan saya; yang lagi update tentang sikap SBY terhadap KPK.

Hmmm.. mirip-mirip juga mungkin ya, politik di tingkat atas.. kenyamanan diberikan untuk sesuatu yang sesuai dengan apa yang diinginkan, termasuk membiarkan sesuatu yang mengganggu juga….

Masuk ke stasiun berikutnya, masuk lebih banyak orang. Diantara penumpang yang baru masuk itu, ada seorang ibu yang menggendong bayinya. Berdiri tepat di depan 2 anak muda yang mengapit gadis tadi. Saya memperhatikan saja, dan mulai menduga, siapa diantara ketiga orang itu yang akan mempersilahkan si Ibu yang menggendong bayi itu…

Ternyata, gadis berjilbab itulah yang bangun dan mempersilahkan ibu tadi untuk duduk, sambil memangku bayinya.

Saya tersenyum saja, memperhatikan kejadian itu. Gadis itu pasti bener-bener baik, karena rela meninggalkan ‘kenyamanan’-nya duduk untuk ibu yang menggendong bayi itu…Kedua anak muda itu juga baik, karena rela meninggalkan ‘kenyamanan’ melebarkan kaki untuk gadis manis berjilbab, tapi tak bergerak ketika ada ibu menggendong bayi yang berdiri di dekatnya…

Kedua anak muda dan seorang gadis berjilbab melakukan tindakan, tentu dengan niat yang berbeda….

One thought on “Baik tapi Politis…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *