Penerbangan Jakarta – Solo…

Ketika sesaat sebelum take off dari bandara Soekarno Hatta, beberapa ibu dan anak-anak, berbaju seragam sebuah event menyerbu dari arah pintu depan. Saya saat itu duduk di kursi nomor 15D, melihat dengan jelas anak-anak itu, jumlahnya mencapai 10 orang; berebut mencari tempat duduk mereka. Padahal, tempat duduknya sudah ada di nomor tiket pesawat. Para ibu pun ikut sibuk.

Pesawat yang seharusnya sudah tak off, agak tertunda, karena ternyata, ada 2 anak yang duduk persis di samping pintu darurat, padahal menurut standar penerbangan, anak yang belum dewasa tidak diperbolehkan duduk di dekat pintu darurat.

Dua orang pramugari di samping saya, nampak saling berdiskusi,

“Itu siapa sih yang ngatur nomor tempat duduk, kok bisa anak kecil duduk di dekat pintu darurat?” kata pramugari yang lebih senior.

“Ngga tau Mbak.. kayanya sih, ngasih tiketnya kolektif, jadi ngga ketauan yang mana anak-anak dan yang mana dewasa..” kata pramugari yang satu lagi.

“Ya udah… yang jelas, di standar kita, anak kecil ngga boleh duduk di situ….” si pramugari senior tetap dengan ‘prosedur standar’. Benar juga sih, mungkin dia khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saya yang bareng dengan teman, langsung bilang ke pramugari senior itu..

“Mbak.. kita mau kok tempat duduknya dituker…” kata saya.

Saya tahu, soalnya di dekat pintu darurat, biasanya space agak luas dan bisa selonjoran. Tapi, memang ada tanggung jawab juga, karena harus sigap ketika ada apa-apa yang terjadi dan mengharuskan mengambil tindakan cepat. Kami siap untuk itu, makanya kami selalu melihat peragaan plus pramugari yang memperagakan prosedur penyelamatan.

Akhirnya, mbak pramugari senior dan juniornya, menuju ke kursi di dekat pintu darurat dan meminta ijin kepada ibu kedua anak tadi untuk bertukar tempat ke belakang. Saya dengan teman saya pun pindah ke pintu darurat itu.

Alhamdulillah, perjalanan lancar, tak terjadi apa-apa. Bukan karena terjadi pertukaran kursi itu. Yang jelas, perhatian dengan hal-hal kecil dalam prosedur, kadang bisa mencegah kejadian yang tak diinginkan. Salut untuk pramugari senior yang peduli dengan hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang dianggap biasa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *