Setiap pagi, saya membawa motor ke stasiun kereta api atau terminal bis dan menitipkannya disana. Biaya penitipannya Rp 3.000,- Tanpa karcis, hanya modal kepercayaan saja dan hafalan dari tukang parkir terhadap motor dan pemiliknya.

 

Tukang parkir itu seperti memiliki teknik memorizing canggih yang bisa dengan pasti menghubungkan antara orang dengan jenis motor, bahkan nomor serinya. Sehingga, ketika kita pulang, maka tanpa dikomando, seperti ada telepati, dengan cepat dia mengambil motor dan menuntunnya tepat di depan pemiliknya. Padahal setiap hari, mungkin ada lebih dari 100 motor yang diparkir di tempat tersebut.

 

Saya, yang sering kelupaan melepas kunci motor, pernah hingga 3 kali ketinggalan kunci motor. Ajaibnya, ternyata, ketika pulang, dengan ramah tukang parkir itu memberikan kunci motor yang ketinggalan. Pernah juga saya pergi ke Semarang selama 8 hari. Ketika pulang dan akan mengambil motor, rupanya motor sudah diletakkan di tempat yang cukup teduh.

 

Inilah yang namanya amanah. Menurut saya, amanah itu jujur paling mentok. Amanah itu jujur yang sudah jadi personal branding. Jujur yang sudah identik dengan orang tertentu itulah yang namanya amanah. Diantara sekian banyak tukang parkir, ada 2 orang yang saya sangat percaya, karena kejujurannya. Kadang-kadang saya tes juga.

 

Seperti hari ini, ketika saya memarkir motor di terminal bis. Hari hujan. Saya letakkan mantel di dekat helm yang bertuliskan AutoBlackThrough. Hanya mantelnya saja. Helm saya taruh di motor yang saya parkir di sebelah motor serba hitam yang dipinggirnya ada stiker bertuliskan Djarum Black Slimznation, merah menyala, serasi dengan warna hitam body motornya.

 

Saya berangkat kerja. Kali ini tidak naik kereta, karena akan menemui seorang penulis di daerah Thamrin, Jakarta Pusat.

 

Ketika malam saya pulang, dalam keadaan hujan. Ternyata helm saya sudah ada di tempat teduh, persis di atas mantel hujan. Helm dan mantel hujan itu tidak kehujanan.

 

Saya hanya tersenyum melihat tukang parkir yang amanah itu. Ya, amanah benar-benar jujur paling mentok. Tidak hanya sekedar jujur, tapi menjaga terus menerus supaya jujur itu menjadi bagian dari merk dirinya alias personal brandingnya.

One thought on “Amanah itu Jujur Paling Mentok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *