Setiap kali ada talkshow tentang menulis, saya ditanya, bagaimana sih mulai menulis?
Saya selalu menjawab, ada 2 kata untuk do’a supaya bisa memulai, tidak hanya menulis, tapi juga untuk memulai apa pun yang menurut kita sulit.

Do’anya: ALLAHUMMA PAKSAKEUN

Perbedaan sederhana antara seorang pemenang dengan seorang pecundang adalah bagaimana dia melihat peluang. Kalau PECUNDANG melihat bahwa dibalik KEMUNGKINAN, pasti ada KESULITAN; maka PEMENANG menganggap dibalik setiap KESULITAN pasti ada KEMUNGKINAN.

Itu yang saya pelajari dari orang-orang yang kini meraih kesuksesan. Alhamdulillah, saya bisa belajar langsung darinya. Beberapa diantara para PEMENANG itu adalah:

1. Ade Rai.
Saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai ketika menyusun thesis; ingin tahu bagaimana seorang Ade Rai mentransformasi mindset dari seorang atlet menjadi entrepreneur. Kisah hidupnya luar biasa; semuanya tentang bagaimana melihat kemungkinan dari setiap kesulitan. Mulai dari usahanya pergi ke Amerika pertama kali, di tahun 1996, dengan modal uang medali PON yang ‘hanya’ 5 juta rupiah, ikut lomba, menjadi juara binaraga no. 1 dari 1 peserta; hingga kembali lagi, di tahun 2000, ke Amerika Serikat, berlomba, hingga menjadi Juara Dunia di East and West Coast. Juara dunia lho… Dia satu-satunya binaragawan Indonesia yang mendapat coverage ESPN, dan mendapat respek di dunia binaraga non drugs; walaupun ketika kembali ke Indonesia, berhadapan dengan para pengurus yang berpikiran tak seluas dirinya.

Ini pemenang pertama, yang melihat kemungkinan dari setiap kesulitan.

2. Helmy Yahya
Saya mendapat kesempatan untuk menulis buku dengan wawancara, selama 3 bulan di tahun 2005. Mengikuti kisah hidupnya, mulai dari rumah di Gang Gading, yang tak masuk mobil; karena di dalam gang, hingga pergi ke Jakarta, menumpang bis dengan penumpang 4 orang, salah satu harus menunduk ketika ada polisi, supaya tak ditilang. Kuliah, berbisnis, jadi ketua senat, juara, hingga berjualan pakaian karungan sampai menulis 7 buku, demi mengejar hidup yang lebih baik. Siapa yang tak kenal Helmy Yahya kini? Utamanya mereka yang memiliki televisi? Memang kisah hidupnya tak selalu sempurna; tapi bagaimana menghadapi ketidaksempurnaan itulah yang membedakan kualitas seseorang dari orang yang lainnya. Beruntung saya berada di sekitarnya, melihat dan terlibat dalam proses melihat kemungkinan dari kesulitan.

Helmy Yahya, seperti makna namanya, yang baru diketahui ketika bertemu dengan Bang Faiz, seorang ‘guru’ di Malang; adalah “Mimpi yang Menghidupkan”. Itulah yang Helmy Yahya lakukan, membuat tayangan ‘mimpi’ yang menghidupkan, menggugah banyak orang.

3. Elang Gumilang
Saya mendapat kesempatan untuk bicara, mengetahui dan rencananya menulis buku tentang dia. Sekarang sedang sibuk menyelesaikan studinya di IPB. Orangnya sederhana, proses hidupnya luar biasa. Kini sedang berjuang terus untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Hobinya tetap sama; menyediakan satu malam di setiap minggu untuk menyepi, i’tikaf di sebuah mesjid atau musholla; karena itu salah satu sumber kekuatan mentalnya menghadapi kehidupan. Yang saya tahu, kebiasannya diam di mesjid, itu dulu pernah menjadi ‘marboth’ karena rumahnya tak punya kamar sisa untuk dirinya. Diamnya di mesjid adalah karena kesulitan, tak ada kamar di rumah. tapi dijadikan peluang untuk lebih dekat kepada Sang Maha Pemberi Kekuatan.

Seperti namanya, Elang Gumilang; ketajaman matanya akan menghasilkan kegemilangan; semoga Elang sedang menuju kesana.

Ini hanya 3 orang saja yang pernah, sedang berinteraksi dengan saya. Benang merah dari ketiganya adalah bagaimana mereka melihat kemungkinan dari setiap kesulitan. Semoga saja, itu juga menjadi bagian dari cara saya menghadapi setiap kemungkinan dan kesulitan dalam kehidupan; karena saya yakin, setiap kesulitan akan sesuai dengan kemampuan manusia.

Allahumma Paksakuen seringkali menjadi password untuk menghadapi apa pun, dan seringkali menjadi jalan keluar dari setiap kondisi. Allahumma paksakeun bukan hanya tentang pengetahuan dan perhitungan, tapi lebih tentang NYALI.

One thought on “Allahumma Paksakeun

  1. hal ini terjadi pada saya, karena sebelum saya melihat blog ini hal serupa pernah dikatakan oleh suami saya dulu, dan mata saya menjadi terbuka mengenai peluang2 yang ada dibalik kesulitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *