Smart FM, Jakarta

Datang jam 08.30, nungguin Ade Rai selesai talkshow. Saya ke Smart FM karena mau menyerahkan tesis yang judulnya “Transformasi Pola Pikir dan Ketangguhan Mental Mantan Atlet yang Menjadi Pengusaha (Studi Kasus Ade Rai dan Liem Siauw Bok)”. Selama nunggu itu saya coret-coret buku AMPUH yang dikejar deadline untuk direvisi.

Seperti biasa, saya disuguhi teh manis oleh OB Smart, laki-laki, badannya cungkring banget alias kurus. Saya minum teh dan melanjutkan mengoreksi buku AMPUH.

Jam 09.10, Ade Rai selesai talkshow, saya langsung keluar dan menyapa mereka. Seperti kata Ririe (penyiar Smart FM), kalau deket Ade Rai, kita itu kaya hamster, ngerasanya keciiiiiiiiiiiiiiil banget. Tapi karena dia ramah, biasanya negor duluan, makanya kita jadi nyaman kalau ngomong.

Saya kasih tesis untuk dia, dan dia mulai baca-baca. Mungkin ini pertama kalinya dia dijadikan sebagai obyek penelitian. Hmmm. Makanya Ade Rai cukup interest. Saya cerita kalau ujian kelulusan itu menjadi lebih mudah karena cerita tentang Ade Rai, bagaimana dia bisa mentranformasi pola pikir dan ketangguhan mentalnya dari atlet menjadi entrepreneur.

Obrolan berlanjut ke arah yang lebih dalem. Ternyata Ade Rai juga punya keinginan untuk bikin buku. Idenya banyak, mulai dari 100 ways to loose your fat, fitness untuk muslimah, dll. Ngga kelar2. Semoga aja ini jadi awalan untuk melakukan sinergi (silaturahmi energi).

Setelah obrolan cukup lama, dan kesana kemari, maka kemungkinan untuk kerjasama bikin buku, akan dirancang di pertemuan berikutnya. Saya cukup terperangah dengan cara pandang Ade Rai tentang apa yang sudah dikerjakannya saat ini. Saya sedang berhadapan dengan Juara Dunia Non Drugs Body Builder…. Hmmm, merinding jadinya.

Jadi Ade Rai adalah contoh bagaimana orang memelihara tubuhnya sesehat mungkin, udah paling mentok dan ajaibnya, tanpa menggunakan obat-obatan. Sementara banyak orang yang mau tubuhnya bagus, malah pake drugs.

Ade Rai itu bukan gede badannya, tapi sehat badannya. Gede ama sehat itu beda lho… Gendut ama berotot juga beda.

Pas udah mau pisahan, saya keluarin buku AMPUH, dan ngasih tau Ade Rai bahwa di tahun 2001 ketika saya pertama kali menulis buku itu, di bagian tentang Menjadi Model, saya katakan, bahwa Ade Rai adalah model kalau orang nyebut kata binaragawan.

Al hasil, buku saya yang udah bulukan itu, karena dicoret-coret malah membuat Ade Rai tertarik. Saya ragu juga, tapi ya… semoga saja dia baca dan bisa ngasih komentar atau pengantar….

Saya pulang dengan hati yang lebih gembira. Paling ngga, menjadi penulis bisa lebih membuat saya optimis menjalani kehidupan di dunia maupun akherat.

One thought on “Ade Rai itu bukan besar, tapi sehat

  1. Kak Ban, dinanti sinerginya (silaturahim energi) bareng Ade Rai, terutama buku ttg kebugaran utk muslimah yaa.. Smg sukses terus dlm berkarya, makin kreatif dan lembut hatinya..aamiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *