Ini murni pengamatan pribadi terhadap poster-poster caleg, baik spanduk, baliho, billboard, poster, pokoknya yang terpasang dijalan. Beberapa saya perhatiin, baca, (kadang-kadang) ketawain, ngedoain, pokoknya campur-campur deh.
Ini dia gayanya:

 

 

1. Penampakan.
Poster caleg yang di belakangnya ada foto orang lain, yang entah siapa. Petani, anak kecil, nelayan, segerombolan orang-orang lagi unjuk rasa. Pokoknya poster dirinya dilatarbelakangi oleh orang-orang yang sepertinya akan diwakili oleh sang caleg. Malah ada poster caleg yang menampilkan tokoh-tokoh yang sudah almarhum. Caleg itu menggunakan foto orang-orang (wong cilik) sebagai wallpaper.

 

 

2. Patungan.
Poster caleg yang bareng-bareng. Mungkin karena budget bikin poster lumayan mahal, makanya system poster barengan ini jadi lumayan murah. Tanggung renteng. Poster caleg patungan ini pun beda-beda, ada patungan antar beberapa caleg yang satu level di daerah pemilihan yang sama. Ada juga yang patungan antara caleg di tingkat pusat dengan tingkat daerah. Yang jelas, poster caleg patungan ini pasti satu partai.

3. Pecian.
Poster caleg yang pake peci. Tak peduli partai Islam atau bukan, pokoknya peci ini jadi identitas nasional, yang merepresentasi kebersihan, kesucian dan kepecian. Akan tetapi kadang-kadang kepalanya saja yang berpeci, wajahnya tidak, alias wajahnya tidak mendukung imej peci yang bersih, suci dan ramah tadi. Mungkin peci tadi memang digunakan untuk menutupi kekurangan ekspresi wajahnya.

 

 

4. Pipi sebelah.
Poster caleg yang tampak samping. Bisa jadi, caleg ini sudah tahu kelebihan wajahnya dari sisi mana. Dimanapun dan apa pun posternya, pasti selalu hadap kanan atau hadap kiri. Karena yakin itulah sisi terbaik dari wajahnya.

 

 

5. Pengurus dan atasan.
Poster caleg yang bawa-bawa atasannya. Biasanya poster ini isinya 2 orang. Yang satu adalah calegnya, dan satu lagi adalah pimpinan partai dari caleg tersebut. Poster seperti ini biasanya karena kurang pede atau memang tidak terlalu terkenal, atau malah punya hubungan saudara. Atasan yang paling banyak saya lihat ada di poster model ini adalah SBY dan Megawati.

 

 

6. Pas-pasan.
Poster caleg model ini adalah yang nyakitin mata bacanya, karena keterbatasan dana, maka kombinasi warnanya ngga karuan. Dipasang sebentar, malah luntur, atau sablonnya beleber kemana-mana. Poster caleg ini biasanya milik caleg dengan nomor urut 5 ke-atas. Bisa juga poster caleg ini diisi dengan kata-kata yang aneh, karena ngga ada budget untuk nyewa konsultan, mungkin mikir sendiri, apa kata-kata di posternya.

 

 

7. Perjuangan.
Poster caleg yang berseragam pasukan, pergerakan, lengkap dengan atributnya. Kadang ditunjang dengan ekspresinya yang mirip Bung Karno, Bung Tomo, bahkan ada yang mirip Bang Napi . Poster caleg ini biasanya berasal dari anak-anak muda yang ingin menunjukkan eksistensinya.

 

 

8. Pasta-gigian.
Nah, ini yang paling banyak. Poster caleg yang menunjukkan senyum paling manis dari caleg. Entah difoto berapa kali untuk mendapatkan senyum semanis itu. Yang jelas, poster caleg pasta gigi ini lebih menyenangkan lah dibanding dengan poster caleg yang cemberut, seolah jadi caleg itu masalah berat.

 

 

9. Pelamar pekerjaan

Fotonya mirip lampiran di curriculum vitae kalau ngelamar kerja. Background warna merah atau biru, muka tegang, wajah agak dibuat serius dan separuh badan, jari tangan ngga keliatan. Mungkin hakekatnya, memang beberapa caleg itu jadi wakil rakyat memang dalam rangka melamar pekerjaan. Siapa tahu, memang diantara mereka sebelumnya tidak punya pekerjaan tetap, makanya pasang foto seperti itu.

 

 

 

 

Sekali lagi ini hanya pengamatan sekilas, karena selama dalam perjalanan, kemana pun menoleh, poster itu selalu ada. Di kampung dan di kota. Di jalan utama dan di jalan setapak. Pokoknya, dimana-mana.

 

One thought on “9 Gaya Poster Caleg

  1. Bung, ada yang menarik jika Anda melintasi jalur tengah (Tegal – Purwokerto), ada poster caleg DPRI (cantik senyumnya) tetapi di belakang dirinya ada fotonya (mungkin) Bundanya yang notabene sudah sepuuuh (ujur) tertempel dis etiap pohon di tepi jalan setiap melihat aku ingat lagunya Iwan Fals (Bunga (caleg) di Tepi Jalan), trus ada lagi Poster SBY dan para caleg setempat ( Banyumas) gedeeee banget (sekitar 10×3 M) di sebelah barat tikungan Jalan di daerah Desa Karangkemiri Kec. Pekuncen, Ajibarang Banyumas. Dulu di sisi kiri jalan (Brebeg) ini pernah longsor dan membuat jalur (Jakarta- Bumiayu -Purwokerto- Yogya) lumpuh total. Sempat Menteri Perhubungan (kala itu Pak Harta Rajasa) meninjau ke area longsor akibat tergerus arus ‘Sungai Arus’, (jelang Lebaran). Saya berfikir…. Jika spanduk atao alat peraga kampanye itu dalam bentuk Tanggul di sepanjang tikungan jalan yang rawan longsor, atau dalam bentuk bendungan irigasi bagi para petani di desa yang tadah hujan, jika bentuk alat peraga itu dalam bentuk warung- warung kecil di pinggir jalan atau (mau mengecat rumahku yang tidak jauh dari jalan raya) dibranding dengan gambar caleg yaa…. tapi catnya Mowilex atau Jotun looh… silakan sekaleee (mungkin usulan 1,2,3) lebih bermanfaat ya… lebih mengena di hati dan pasti sulit dilupakan banyak orang berani coba? salam kenal

    salam kenal juga… ide yang sangat bagus… jadi manfaat dan tidak mengganggu keindahan….good…

  2. di kampung saya ada juga yang bener-bener pake modal, fotonya beberapa macam gaya, modelnya memang keren sih, eh caleg ya ? wah… saru bener dengan model jadinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *