Ini pengalaman ketika jadi marboth mesjid. Mengamati perlakuan orang terhadap keropak mesjid.

Biasanya, keropak mesjid diedarkan ketika jamaah sudah agak banyak. Dari sekian kali menyelenggarakan shalat Jum’at di kampus, saya mengamati ada beberapa tipe orang ketika keropak mesjid yang biasanya beroda itu lewat di depan mereka. Ini dia perlakuannya…

1. Orang yang ketika keropak mesjid ada di hadapannya, memegang keropak mesjid itu dan melanjutkan perjalanan keropak mesjid ke jamaah berikutnya. Kemungkinan besar orang ini bekerja di bidang yang berhubungan dengan lalu lintas, seperti penjaga pos jalan atau malah di dekat portal, karena terbiasa sekedar mempersilahkan kendaraan lewat.

2. Orang yang ketika keropak mesjid lewat di depannya, dia merogoh kantong berkali-kali, karena memilih uang yang cocok untuk disedekahkan; entah milih yang paling besar nilai nominalnya, atau malah sebaliknya. Kemudian memasukan uang tadi ke dalam keropak mesjid.

3. Orang yang ketika keropak mesjid lewat di depannya, dia merogoh kantong, kemudian melipat-lipat uangnya, sampai lipatan kecil, memasukan uang itu ke dalam lubang keropak; dengan dua tangan, tangan satu memasukan, tangan yang lain menutup uang itu dari pandangan orang lain. Ada dua kemungkinan, dia malu karena uangnya kekecilan (ini malu sama Allah atau malah malu sama orang lain) atau malu karena uangnya kegedean (malu sama Allah, takut dikira riya)

4. Orang yang ketika keropak mesjid lewat di depannya, dia merogoh kantong di berbagai posisi pada bajunya, tapi tidak menemukan uang. kemudian senyum manis ke jamaah yang disebelahnya, sambil mendorong keropak mesjid dengan pelan diiringi dengan senyuman manis, kadang disertai dengan ucapan..”uangnya ketinggalan Mas…”

5. Orang yang ketika keropak mesjid di depannya, keropak tak jalan, orang itu pun tak bergerak, kepalanya tertunduk, tangannya menopang wajah. Orang ini ketiduran; karena menuruti nasehat teman-temannya, bahwa kalau kesulitan tidur, datanglah ke sholat Jum’at, beberapa terbukti ampuh bisa tidur dengan mudah.

Hehehehehe.. jangan dianggap terlalu serius ya.. ini pengamatan iseng saja. Mungkin Anda menemukan perlakuan yang berbeda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *