Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Archive:

Daily Archives: March 9, 2016

Finding Business Soulmate

Tahukah Anda bahwa 3 kesalahan utama pebisnis adalah:

  1. Salah memilih partner
  2. Salah memilih bisnis
  3. Salah menilai diri sendiri

Tahukah Anda, bahwa setelah sukses bukan hanya peluang baik yang Anda dapatkan, akan tetapi berbagai macam orang—beberapa diantaranya predator bisnis—datang dengan membawa ide bisnis dan penawaran partnership yang menggiurkan, padahal bisa jadi beberapa diantaranya adalah business trap (jebakan bisnis).

Oleh karena itu, dengan 4 langkah jitu yang diuraikan dalam buku ini, yaitu

  1. Aktivasi Sistem Alarm: Check yourself, Check The Return, Check The Track
  2. Apakah Diamond Anda? Menggali potensi diri dan calon partner Anda, apakah Anda seorang Juragan, Bintang, Kreator atau Maestro.
  3. Mengeksekusi Rencana Bisnis: Eksekusi menentukan 90% kesuksesan. Bagaimana Anda menggunakan seluruh potensi perusahaan untuk mewujudkan ide menjadi keuntungan
  4. Belajar dari para maestro bisnis melalui kiat dan kisah yang sangat menggerakkan hati.

Dengan buku ini, Anda memahami rambu-rambu penting untuk menjadikan bisnis Anda tidak hanya menguntungkan, tapi yang paling penting, Anda bisa menikmati keuntungan bisnis tersebut, yang tidak memperkaya secara financial, tapi juga memperkaya kehidupan Anda pribadi.

 

PENULIS

Helmy Yahya, Akt. MPAkt. adalah fenomena dalam dunia entertainment Indonesia. Menjadi dua raja di dunia televisi; Raja Kuis dan Raja Reality Show dengan 16 penghargaan Panasonic Award dan 2 Penghargaan Asian Television Award atas lebih dari 120 program televisi kreasinya. Helmy Yahya merupakan sosok entertainer yang entrepreneur; tak hanya sebagai bintang yang tampil di layar kaca, tapi juga business owner beberapa usaha, mulai dari Rumah Produksi PT Triwarsana, Event Organizer, Properti, hingga bisnis lainnya. Suksesnya diraih dengan kerja keras dan penuh determinasi. Buku Business Soulmate ini adalah curahan hati dari perjalanan bisnisnya yang berliku, sehingga yang disampaikannya betul-betul empiris dan bisa dipraktikkan langsung di dunia nyata. Ini adalah buku ke-3 nya setelah Siapa Berani Menjadi Entrepreneur dan Wirausaha Bermodal Nol Rupiah.

Baban Sarbana, SE, MSi, social entrepreneur, telah menulis 9 buku, yaitu: AMPUH: Cerdas Tanpa Batas, Valuegraphy of Helmy Yahya, Serial Cerita Bernilai Lebah Cerdas, Tapak Tilas Barack Obama. Selain mendirikan Yayasan Berkah Yatim Mandiri dengan gerakan YatimOnline, (akselerasi kemandirian keluarga yatim dhuafa di Desa Tamansari), juga menekuni bisnis sebagai CEO PT. Sobat Indonesia Mulia yang bergerak di aplikasi digital untuk social business dan CEO PT. Andalah Agrobahari Makmur  yang bergerak di bidang Scale Up Business UMKM.

Modal Kecil Untung Besar

Alhamdulillah, akhirnya buku ini tuntas disusun dan sampai ke tangan para pembaca. Semoga pembaca memperoleh manfaat dari buku ini.

Sebenarnya terlalu berani apabila saya memberanikan diri untuk menulis buku tentang tema wirasaha. Ternyata Tuhan memberikan saya kesempatan luar biasa untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikan inspirasi sehingga mempermudah saya  untuk menuliskan buku ini.

Terima kasih kepada Mas Helmy Yahya, guru seumur hidup saya, yang juga seperti sumur ilmu yang tak pernah henti mengalirkan air ilmunya. Kebetulan sekali saya menjadi staf ”Departement of Click” pada saat Roadshow Seminar ”Siapa Berani Menjadi Entrepreneur” di 12 Kota pada bulan Agustus – September 2005. (Departemen of Click adalah istilah buatan untuk saya yang pekerjaannya menyusun presentasi seminar sekaligus meng-klik slide presentasi).

Sebenarnya buku ini adalah rangkuman dari pembicaraan saya dengan Bapak I Nyoman Londen (biasa dipanggil Pak Londen), pria sederhana penuh semangat, pemilik waralaba EDOLA Burger. Dimulai sejak saya sekamar di sebuah hotel di Surabaya, dan selanjutnya saya membantu menyiapkan presentasi beliau di rangkaian Roadshow Seminar ”Siapa Berani Menjadi Entrepreneur” di Bali, Bogor, Palembang, Cirebon dan Jakarta.

Pembicaraan-pembicaraan ringan tapi berisi ini akhirnya mengilhami saya untuk menyusun sebuah buku sederhana bagi para pembaca, karena terus terang, selama saya mendengarkan setiap gagasan usaha Pak Londen, maka ada semangat baru untuk memulai menjadi wirausahawan. Kalau selama ini saya bingung memulai karena tidak memiliki  modal yang harus disiapkan, maka dengan sederhana Pak Londen menawarkan solusi EDOLA Burger sebagai waralaba termurah di dunia, dengan modal kecil untung besar.

 

Sebenarnya buku ini adalah kombinasi dari Pak Londen sebagai pemilik EDOLA Burger dan saya, yang memilih ’nekad’ menjadi penulis karena ingin menganggur tapi berpenghasilan, tidak terikat jadwal kerja, sehingga bisa  belajar menjadi entrepreneur.

 

Terima kasih saya sampaikan kepada Mr. James Gwee, pembicara top di Indonesia, yang walaupun cuma bertemu sebentar di seminar entrepreneur di Medan dan Palembang, tapi ilmunya sudah menjadi inspirasi saya melalui tulisan dan kasetnya, bahkan ketika belum bertemu.

 

Tak kalah pentingnya, terima kasih kepada teman-teman saya, para pemilik waralaba lokal, mulai dari Ogusto, Red Crispy, Hy Astro, Entrepreuneur University dan Nu Skin. Mereka-lah para pengusaha yang tidak hanya menjual produk, tapi menularkan semangat untuk mandiri sekaligus peduli terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sulit dikatakan sehat secara ekonomi.

Selama menulis buku ini, selama itu pula saya belajar. Oleh karena itu, seperti layaknya orang belajar, pasti banyak kekurangan dan ketidaklengkapan uraian dalam menjelaskan gagasan dari buku ini. Untuk itu saya dengan hati dan pikiran terbuka berharap respon yang membangun dari para pembaca.

Semoga semakin banyak orang yang peduli terhadap pentingnya kewirausahaan, karena dengan menjadi pengusaha (yang benar) maka kualitas hidup pribadi akan semakin baik dan ’menular’ sehingga kualitas hidup orang-orang di sekitar pun akan semakin meningkat. Semoga suatu saat berwirausaha menjadi gaya hidup bangsa Indonesia.

Semoga….

Baban Sarbana

DAFTAR ISI

MENGAPA HARUS BERWIRAUSAHA?

 

  1. WIRAUSAHA MEMBUAT ANDA MENJADI BOS
  2. WIRAUSAHA MEMBUAT UANG ANDA BEKERJA
  3. WIRAUSAHA MEMBUAT WAKTU LUANG LEBIH BANYAK

 

KONSEP USAHA

 

  1. MULAI DARI DIRI SENDIRI
  2. MULAI DARI YANG KECIL
  3. MULAI DARI SEKARANG

 

MENGAPA WARALABA?

 

  1. JIKA PEMULA, AMBIL WIRAUSAHA YANG SUDAH TERBUKTI
  2. SISTIM YANG BAIK AKAN MEMANDU ANDA
  3. KOMPETITOR ADALAH MOTIVATOR

 

BAGAIMANA MEMULAI USAHA?

 

  1. MENCARI INFORMASI
  2. MENCARI MODAL
  3. MENCARI MITRA
  4. MENCARI LOKASI YANG STRATEGIS
  5. MENCARI SDM YANG HANDAL

 

 

 

 

PRAKTIS MENGELOLA

 

  1. MENGELOLA DENGAN MURAH
  2. MENGELOLA DENGAN MUDAH
  3. MENGELOLA DENGAN BERMUTU

 

KIAT SUKSES EDOLA

 

  1. BEKERJA KERAS
  2. HIDUP BERKUALITAS
  3. MENGUTAMAKAN PRIORITAS
  4. BEKERJA TUNTAS

 

TUNGGU APA LAGI….?

 

Siapa Berani Jadi Entrepreneur

A TO Z TENTANG ENTREPRENEUR

 

Ambil langkah cerdas selama krisis

Belajarlah untuk menjual

Cintai pekerjaan Anda

Desain ulang sukses Anda

Empati membuat Anda terlibat

Faktor utama mimpi Anda adalah keberanian memulai

Gunakan kombinasi logika dengan hati

Harapan dan mimpi adalah bahan bakar motivasi Anda

Intuisi bagian penting dari keputusan Anda

Jaringan adalah investasi

Kendalikan masalah Anda, jangan sebaliknya

Lakukan sekarang juga

Mintalah umpan balik yang tulus

Nilai diri anda secara proporsional dan professional

Organisirlah potensi di sekeliling Anda

Persiapan matang membuat Anda siap menghadapi apa pun

Quality lebih utama daripada quantity

Raih puncak sukses, paling tidak sekali

Sukses itu sebuah formula

Tandai keberuntungan Anda

Ukurlah prioritas sebelum Anda melakukannya

Victory, kemenangan adalah penghargaan atas kerja keras

Waktu lebih berharga dari uang

X-Ray, tandai semua peluang Anda

Yakini apa yang ingin Anda raih

Zero, nol adalah sebuah awal, kesempurnaan adalah tujuan

Valuegraphy of Helmy Yahya

lebah_value

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunianya sehingga buku ini akhirnya dapat diterbitkan.

Sungguh kehormatan luar biasa bisa dipertemukan dengan sosok seorang Helmy Yahya. Tidak menyangka nasib saya begitu baik,  sehingga Tuhan mempertemukan saya dengan seseorang yang ingin saya jadikan ‘guru’ dalam bagaimana menyikapi kehidupan.

Selama ini saya pikir hanya bisa mengamatinya dari jauh saja, tapi ternyata Allah membukakan jalan bagi saya untuk berinteraksi dengan mas Helmy Yahya lebih intens dan membuka peluang bagi saya untuk belajar lebih banyak.

Terima kasih kepada Mba Sari, yang suatu sore menjelang malam, ditengah suara bising kereta api di Gambir, telah memberikan jalur kepada saya untuk menghubungi pihak Helmy Yahya’s Management.

Terima kasih kepada mas Joko, manajer mas Helmy Yahya, yang dengan selotip ditangannya menjadi pembuka interaksi antara saya dengan mas Helmy Yahya.

Terima kasih kepada pak, bu, mas, mbak, sederetan “komentator” yang rela meluangkan waktunya untuk diwawancari atau dikutip komentarnya tentang mas Helmy:  Hj. Wardiah, Tantowi Yahya, Alya Rohali, Kris Dayanti, Anjasmara, Dian Nitami, Taufik Savalas, Maudy Koesnaedi, Reinhard Tawas, Ruth Sahanaya, Ike Nurjanah, Astrie Ivo, Irma Hutabarat, Kak Nunu, Dewi Hughes, Ghufron, Purwatjaraka, Dedy Gumelar, Irfan Hakim,  Renhald Kasali, Weny Damayanti, Agus Idwar, Dik Doang, Dorce Gamalama, Peggy Melati Sukma, Syahid, dan Edwin,  Rina Gunawan, Deni Chandra, Sahrul Gunawan.

Terima kasih kepada Dina Diana,  Meydi Muldani dan Yono Suryatno dari ILNA Learning Center yang selalu mendukung dan memberikan keleluasaan gerak dalam penyusunan buku ini.

Terima kasih kepada mas Jum, driver mas Helmy, yang merelakan saya menjadi ‘penumpang gelap’ di mobil.

Buku ini disusun berdasarkan wawancara selama kurang lebih 3 bulan; di tengah kesibukan mas Helmy yang sangat padat. Buku ini adalah resume dari apa yang saya dengar dan rasakan.

Ternyata memang dibutuhkan stamina prima untuk menjalani aktivitas seorang Helmy Yahya. Buktinya, dugaan mas Helmy bahwa saya pasti drop dalam minggu pertama mengikuti aktivitas dia, ternyata menjadi kenyataan. Setelah mengikuti aktivitas mas Helmy siang malam di minggu pertama itu, saya drop dan kecapean di rumah dan minta ‘cuti’ dua hari. Saya pikir, mengikutinya sudah demikian cape, apalagi menjalaninya?

Memang waktu yang teramat singkat untuk merangkum kehidupan seseorang, akan tetapi karena mas Helmy adalah public figure, maka saya sangat terbantu dengan sumber-sumber lain dari berbagai media.

Buku ini disusun berdasarkan konsep valuegraphyÓ, konsep yang saya kembangkan untuk merangkum kehidupan seseorang tidak dari sudut perkembangan kronologis atau biologis-nya (makanya sering disebut biografi),  akan tetapi saya mencoba melihatnya dari sudut pandang value yang dapat saya tangkap, bagaimana seseorang menyikapi kehidupannya, nilai-nilai apa yang membuat dirinya mencapai kesuksesan atau mengatasi kegagalan.

Dengan konsep valuegraphyÓ ini saya berharap, kehidupan seseorang tidak hanya dilihat dari apa saja yang telah diperbuatnya selama kehidupan, kesuksesan apa yang telah diraihnya,  akan tetapi justru menyerap nilai-nilai apa saja yang melatarbelakangi, sehingga dapat menginspirasi banyak orang untuk menjalani hidupnya dengan lebih baik.

Dalam buku ini pembaca akan menemukan cerita-cerita yang mungkin pernah dimuat di beberapa media,  akan tetapi penulis mencoba menyajikannya dengan gaya bertutur, seolah mas Helmy sedang bercerita kepada pembaca.

Secara keseluruhan,  isi buku ini membangun sebuah alur berpikir mulai dari bagaimana seorang Helmy Yahya membangun kredibilitas, merangkai kompetensi, membedakan gaya,  menyelaraskan produk, dan memimpin tim. Kelima alur berpikir yang berdasar nilai-nilai yang penulis coba rangkai semoga memudahkan pembaca untuk menyerapnya.

Selain bahwa seorang Helmy Yahya memang ber-nilai, artinya memiliki nilai-nilai yang dapat menginspirasi banyak orang, Mas Helmy Yahya juga sangat kooperatif, terbuka, jujur, sehingga penulisan buku ini sangat diberikan kemudahan.

Setelah menyelesaikan buku ini, saya pikir sosok Helmy Yahya tidak cukup dimuat dalam buku, harus di-musium-kan, karena sepertinya tidak habis-habis nilai dan sudut pandangnya dalam memandang segala sesuatu. Mungkin karena perjalanan karirnya yang cukup panjang dan penuh liku.

Saya berharap buku ini menjadi wacana  bagi pembaca dalam mengarungi hidup dengan meyakini bahwa kualitas hidup bukan terletak pada kondisi yang kita hadapi, tetapi lebih kepada bagaimana kita menghadapi kondisi tersebut.

Ketika menyelesaikan buku ini, perasaan saya campur aduk,  merasa bahwa buku ini masih kurang untuk menampung sosok Helmy Yahya, akan tetapi dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada saya mencoba menyajikan buku ini apa adanya.

Oleh karena itu saya yakin banyak sekali kekurangan baik dari segi kualitas penulisan maupun materi yang disajikan. Saya berharap pembaca dapat memakluminya. Tidak ada gading yang tak retak, tetapi keretakan itulah yang menjadi keasliannya.

Semoga buku ini dapat menemani pembaca dalam mengarungi kehidupan untuk menjemput sukses yang dicita-citakan sambil senantiasa menebar nilai-nilai yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain, sehingga kita dapat saling berbagi untuk membuat kehidupan satu sama lain menjadi lebih baik.

babanultah

 

Wirausaha Bermodal Nol Rupiah

nol rupiah

Buku ini sangat bermanfaat bagi Anda yang

  1. Anda yang ingin memulai bisnis sendiri, tapi tidak tahu caranya.
  2. Anda yang sedang menjalankan bisnis tapi tidak tahu bagaimana membuat bisnis Anda lebih maju
  3. Anda yang memiliki ide tapi tidak tahu bagaimana mengubahnya menjadi peluang bisnis.

 

Buku ini menyajikan uraian yang membangun motivasi Anda berwirausaha dan kiat-kiat praktis yang membuat Anda menjatuhkan pilihan pada usaha tertentu, memperbaiki usaha yang sudah ada atau malah membangun usaha dari ide yang ada di kepala Anda.

Buku ini memberikan gambaran kepada Anda tentang:

  1. Sudut pandang tentang entrepreneurship sehingga Anda memiliki visi pribadi yang tajam bagi masa depan Anda dan menjadikan entreprenuer sebagai cara tepat untuk mewujudkannya
  2. Bagaimana menandai dan menilai peluang kemudian menghubungkannya dengan proses pencapaian sukses
  3. Membangun kecerdasan berwirausaha
  4. Kiat praktis dari entrepreneur sukses yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, sekaligus untuk memberikan gambaran kepada Anda bahwa pendidikan yang benar akan menghantarkan Anda menuju sukses
  5. Memulai usaha dengan modal NOL RUPIAH.
  6. Bagaimana membangun jaringan yang bisa menduplikasi kuantitas dan kualitas usaha Anda

 

Saldo dan Bidadari Surga

lebah_saldo

Menjemput Bidadari Surga

 Duh…!

Rasanya bagaimana ya?

Jika membayangkan, suatu saat nanti, setelah tak lagi hidup di dunia fana, akan disambut oleh siapakah saya? Apakah oleh malaikat yang tak pernah dibohongi? Ataukah oleh Sang Bidadari Surga yang hanya menyambut manusia dengan saldo luar biasa sebagai bekal pahalanya.

Cerita tentang Saldo dan Bidadari Surga sengaja saya letakkan di muka, karena kisah yang sepintas diceritakan oleh seseorang yang saya kagumi itu, berbekas dengan sangat di benak saya.

Sibuk mencari saldo dunia saja sudah lumayan mengerahkan energi dan sampai kini sedang terus berjuang; belum lagi memikirkan saldo akhirat agar layak disambut Sang Bidadari Surga.

Buku ini, tak hanya bercerita tentang satu hal, tapi banyak kisah nyata dengan upaya untuk mengungkap makna dan nilai yang semoga saja berharga bagi pembaca.

Beberapa kisah bercerita tentang betapa kekuatan pikiran yang sangat maju ke depan, menganggap kini adalah bagian dari nanti, jujur saja, membawa orang-orang yang ada dalam kisah ini menjadi manusia yang sukses dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Beberapa kisah bercerita tentang kesialan, kekesalan dan tindakan yang tak mengenakan, yang mau tak mau harus ditelan dan disaksikan. Memang, kualitas hidup seseorang bukan hanya diukur dari kesenangan yang dialaminya, akan tetapi juga dari bagaimana dia bersikap terhadap ’kesialan’ yang diterimanya. Kesialan itu bisa berbagai rupa, ada yang karena orang lain, ada juga yang karena diri sendiri, the right man on the wrong place atau the wrong man on the right place (baca bagian Dua Kali Dikentutin dan Pengamen Amnesia).

Beberapa kisah bercerita tentang bahwa apa pun yang terjadi dengan diri kita, semuanya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah (baca bagian Tukang Ojeknya Gagu,  Jangan Menunggu Intervensi Tuhan untuk Berubah dan Melibatkan Tuhan dalam Pengambilan Keputusan).

Pada bagian akhir, sengaja ditempatkan tulisan tentang keberadaan manusia dalam kuadran senang dan benci; keseuaian antara apa yang manusia senangi dan benci dengan yang Allah senangi dan benci. Hidup manusia akan bermaknya ketika bisa Menyenangi yang Disenangi-Nya dan Membenci yang Dibenci-Nya.

Buku ini adalah tentang alternatif cara pandang dalam melihat dunia di sekeliling, sehingga bisa bersyukur jika mendapat kebaikan dan bersabar ketika mendapat musibah.

Selamat membaca, selamat menemukan hikmah dan nilai. Semoga bisa terus berbagi manfaat yang mencerdaskan.

———

Saldo dan Bidadari Surga? Tentang apakah buku ini?

Sederhana saja, buku ini diawali kisah tentang seseorang yang sangat saya kenal; suatu saat di masa lalu, ketika belum sukses, tertatih-tatih untuk membuat hidupnya bermakna. Kini, setelah sukses secara financial dan apa yang diraihnya di alam fana selalu dihubungkan dengan apa yang dihadapinya di alam kekal nanti.

Semoga tak menggurui, karena niatnya memang hanya berbagi.

Seperti buku sebelumnya, buku lebah cerdas berbagi tentang peristiwa nyata yang dialami sehari-hari, dengan upaya menjadikannya sebagai cerita bernilai. Ada yang sedih, mengharukan, tapi ada juga yang lucu dan menggelikan. Santai saja membacanya. Jika ada yang terjadi dengan emosi, hati dan pikiran, dengarkan saja secara seksama.

Beberapa kisah, sebenarnya malu saya ceritakan, akan tetapi dengan ikhlas saya bagi kepada para pembaca sekalian. Oleh karena itu, bacalah buku ini seperti cermin, di dalamnya bercerita tentang ketidaksempurnaan. Akan tetapi justru usaha seseorang dalam menyikapi ketidaksempurnaan akan membantu dia menuju kesempurnaan.

Selamat membaca, semoga bisa konsisten bertindak sepenuh hati untuk menambah saldo di dunia, supaya di akherat kelak disambut dengan kemuliaan.

Lebah Cerdas on The Road

lebah_kereta

Kereta api adalah transportasi umum dengan segala kisah di baliknya. Berjubel setiap hari menjadi bagian dari ‘drama’ yang harus dilalui setiap orang yang mengaku dirinya manusia kereta. Jika membuka mata dan hati, perjalanan dengan kereta api (apalagi ekonomi) adalah bahan untuk belajar menerima kenyataan.

Banyak kejadian menyedihkan, miris, tapi ada juga yang penuh kelucuan. Ramuan hikmah dan humor dari penulis yang setia sebagai ‘manusia kereta’ inilah yang akan memberikan pandangan yang berbeda bagi Anda yang juga pengguna kereta api atau hanya mendengar saja tentang cerita seru yang terjadi di sana. Obrolan politik, ekonomi, bahkan berita-berita aktual, ringan dibicarakan oleh para penumpang. Penulis juga tak hanya bertutur tentang pengalamannya naik kereta, akan tetapi juga ketika menggunakan alat transportasi umum lainnya.

Tak usah berkerut membacanya. Nikmati saja. Karena beberapa membuat Anda sedih, dan beberapa yang lain bisa membuat Anda tertawa.

Jika Anda ingin mengalami apa yang diceritakan dalam buku ini, ikuti petualangan naik kereta ekonomi yang rutin beroperasi setiap hari, kadang dengan orang yang sama, masalah yang sama; tentu saja tinggal kita maknai dengan cara yang berbeda.

Kiat Menata Keluarga

menata

“Keluarga merupakan komponen penting yang harus selalu diperhatikan dalam peningkatan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena, dari keluargalah lahir generasi-generasi pengemban amanah bangsa ini menuju kejayaan di masa depan. Dalam buku inilah resep-resep jitu dalam membina keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas bisa ditemukan.”

Blogger Ngomong Politik

Blogger Ngompol

Blogger ngomong politik?

Hmmm… apa bisa?

Karena pekerjaan Blogger adalah menulis sambil online, dengan membaca berita di berbagai website, portal hingga web, dan mendengar ‘obrolan online’ saja sudah bisa menjadi pemicu untuk tetap update dengan berita dan cerita yang terjadi di negara ini.

Blogger Ngompol (Ngomong Politik) adalah catatan tenting seorang blogger yang memposisikan diri sebagai ‘kameramen – pena’ yang memotret kejadian, fenomena, berita dan isu hangat dalam dunia politik dan kehidupan; dan menuliskannya dalam blog secara berkala.

Mulai dari fenomena persiapan pemilu, termasuk tragedi Situ Gintung yang ramai dengan spanduk parpol, hingga pelaksanaan pemilu yang carut marut, gonjang-ganjing kasus korupsi dan tentu saja ribut-ribut adu mulut, adu otot yang terjadi di lembaga yang berisi orang-orang yang ‘terhormat’.

Mengamati apa yang terjadi dan mencernanya dengan kacamata seorang blogger, tentu saja menjadikan buku ini seperti catatan yang menguraikan kisah dibalik berita yang muncul di media dan layar kaca. Dengan bahasa yang mengalir, karena tak ingin menghakimi, hanya membumbui dengan nilai yang mudah-mudahan bisa menyembuhkan.

Berbagai kejadian nyata yang menyentuh, lucu, ironi dan tentu saja memberikan gambaran betapa rendahnya pemahaman masyarakat tentang politik sekaligus betapa minimnya teladan dari para pemimpin nasional. Kesemuanya itu tersaji deng telanjang dan terang benderang di layar kaca, terbaca di media dan menjadi bahan obrolan yang bebas merdeka dibicarakan dimana pun berada.

Ada kisah Kepala Sekolah dan Contreng Kolektif yang dengan naïf menjadi golput administratif, atau kader salah satu partai yang berkolusi menggunakan DPT atas nama orang lain, karena petugasnya ternyata teman dari partainya, baca di Joki Contreng.

Betapa minimnya teladan dari para politisi di tingkat yang lebih tinggi, seperti pada cerita tenting Kutu Busuk, Bangsat dan Wakil Rakyat. Juga yang sangat happening, ketika ada konflik yang bertubi-tubi antar lembaga negara hingga muncul berbagai nama penghuni kebon binatanga, pada Cicak, Buaya, Godzilla, hingga Gurita.

Rakyat kehilangan contoh untuk ditiru dan menjadi penikmat berita tentang perilaku yang apolitis, egoism dan tentu saja berbagai kasus yang melelahkan bahkan untuk dilihat.

Tidak lupa pula mengkritisi tentang kepemimpinan SBY seperti ditulis pada SBY dan Tahu Berhadiah Cabe serta Mellowship, SBY,  Prita Mulyasari dan Luna Maya; serta Kepemimpinan Remote Control pada saat penetapan susunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Di sela kepenatan rakyat yang kekurangan stok teladan; ada juga yang bisa menyejukkan, seperti Dahlan Iskan yang mengalami near death experience dan melakukan transplantasi hati, seperti yang ditulis dalam Dahlan Iskan: Tranplantasi Hati vs Transplantasi Qalbu.

Buku ini memang berpihak.. ya.. insyaallah berpihak pada perbaikan bangsa yang mengalami sakit di banyak organ tubuhnya. Buku ini bukan untuk menghakimi; hanya mengungkap fakta yang ada, dilihat dengan hati yang terus bekerja dan berharap, bahwa masih ada Indonesia yang lebih baik.

Semoga saja, Blogger Ngompol ini menjadi bagian dari citizen journalism, yang mencatat fenomena, kejadian dan berita dan menangkap isu global sehingga bisa menemukan sari untuk bisa dipraktekkan di lingkungan terdekat.

Terima kasih

Salam Lebah Cerdas untuk Indonesia yang lebih baik