Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Archive:

Daily Archives: May 15, 2009

MU dan KPU

Tanggal 20 Juli 2009, rencananya MU akan tanding melawan Indonesia All Stars. Bayarannya tak sedikit, tapi EO-nya yang digawangi oleh Agum Gumelar meyakinkan bahwa kunjungan MU ini adalah upaya untuk meningkatkan citra Indonesia yang baik di dunia internasional.

Agum Gumelar berencana untuk mendatangi KPU, karena 3 minggu sebelum pelaksanaan, Stadion Gelora Bung Karno harus steril, tak digunakan untuk kampanye Pilpres. Belajar dari pemilu legislatif, penggunaan stadion menghancurkan rumputnya; sehingga tak layak untuk digunakan sebagai sarana pertandingan internasional.

MU datang untuk memberikan gambaran kepada dunia, bahwa Indonesia negara yang baik-baik saja. Untuk mewujudkannya, EO pertandingan ini mendatangi KPU, supaya rencana besar itu tak terganggu. Semoga saja, KPU kali ini konsisten dengan apa yang diputuskannya.

KPU sebenarnya punya peluang untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia baik-baik saja. Akan tetapi karena kekerdilan pikiran dari pengurusnya, maka KPU tak bisa menunjukkan performa yang baik, malah keputusannya penuh kontroversi.

Untung saja panitia pertandingan tak meminta KPU sebagai wasit di pertandingan itu. Kalau jadi wasitnya, jangan-jangan KPU menghentikan pertandingan di menit yang tak seharusnya, atau sembarang saja memberikan kartu merah dan kuning; seperti yang dilakukannya pada pemilu legislatif lalu.

MU dan KPU; keduanya adalah upaya untuk menunjukkan Indonesia baik-baik saja. Semoga MU bisa datang, bermain dan semua senang; karena KPU sama sekali tak membuat rakyat senang; hanya pihak yang dibela oleh KPU saja yang sekarang jadi jumawa.

Singgih, Singgah, Sanggah, Sungguh

Sebut saja SINGGIH, pria yang secara tak terduga berjumpa dengan seorang wanita yang pernah SINGGAH di hatinya di masa lalu, ketika mereka masih jadi jejaka dan gadis. Karena SINGGIH tak SUNGGUH-SUNGGUH menyadari bahwa wanita itu tak hanya sekedar SINGGAH, akhirnya SINGGIH tak bisa merawat hati dari wanita yang sebenarnya berniat SUNGGUH untuk menjadi bagian dari hidup SINGGIH.

Se-SUNGGUH-nya, SINGGIH tak pernah me-NYANGGAH, bahwa wanita itu, di suatu masa pernah SINGGAH dan berniat SUNGGUH-SUNGGUH untuk dimiliki hatinya. Kini, hati keduanya sudah memiliki dan dimiliki oleh pasangannya masing-masing, tak lagi SINGGAH, tapi sudah SUNGGUH-SUNGGUH ingin membangun mahligai cinta dengan pasangannya masing-masing.

SINGGIH bersyukur bahwa seseorang seperti wanita itu pernah SINGGAH dihatinya, walaupun itu sudah menjadi sejarah. Akan tetapi, rasa itu ditransformasi SINGGIH menjadi ke-SUNGGUH-an untuk mencintai pasangannya yang sekarang; karena SINGGIH yakin, bahwa hidup di dunia hanya SINGGAH saja; dan cinta yang sejati lah, didasari keyakinan kepada Sang Penguasa Hati dan Peniup Rasa Cinta, yang akan mempersatukan sebuah pasangan, di alam fana maupun alam kekal kelak.