Baban Sarbana

Social Business Coach

Browsing Archive:

Daily Archives: March 27, 2009

Caleg dan Car Call

Malam tadi, saya bertemu seorang teman, meeting di Botani Square, Bogor. Agendanya membahas rencana mengadakan Writer’s Camp sekalian uji coba Komunitas Rumah Tulis yang saya bangun. Sedang asyik-asyiknya membahas rencana kegiatan, tiba-tiba terdengar suara dari car call di lantai 1:

“Kepada Bapak E.S, calon anggota DPD daerah Jawa Barat, diharap menemui tamunya di Star Buck..” suara perempuan itu lantang, terdengar ke seluruh mall. Tak cuma sekali, saya menghitungnya, hingga 5 kali panggilan itu dikumandangkan. Jeda 15 menit, 5 kali lagi panggilan terhadap Bapak E.S, lengkap dengan atribut kampanyenya.

Saya yang sedang ngobrol dengan teman yang juga tim sukses seorang caleg, senyum-senyum aja.. Dipikir-pikir, pinter juga nih timnya Bapak E.S; memanfaatkan car call untuk sosialisasi. Biayanya hampir tak ada, kecuali, orang yang di car call mengenakan tarif. Paling tidak, satu mall tahu bahwa bapak E.S adalah salah satu kandidat DPD Jawa Barat.

Jadi ingat dengan strateginya Philip Morris, sebuah merek rokok di Amerika Serikat, yang juga menggunakan jasa panggilan di pusat keramaian untuk mengenalkan merk produknya. Jangan-jangan Bapak E.S ini terinspirasi oleh strategi sosialisasi Philip Morris? Hmm…wallahu’alam. Yang jelas, saya tak akan memilih bapak E.S ini, karena saya sudah punya pilihan sendiri.

Situ Gintung, Caleg dan Cari Kamera

Situ Gunung jadi headline berita. Masyarakat kena bencana dan menderita. SBY dan JK bisa bertemu di rumah makan, membahas tuntas masalah. Hebat, RI 1 dan RI 2 bisa terjun langsung ke lokasi bencana. Bertemu untuk memberikan solusi.

Para caleg cari kamera. Muncul dimana-mana. Memang kamera bisa meliput bencana dan tentu saja mereka yang sengaja mencari kamera.

Niat baik, sekali lagi diuji. Kampanye jadi bukti. Momennya identik dengan cari kamera, supaya mereka jadi berita.

Tak salah SBY dan JK datang langsung ke lokasi. Semoga tak dijadikan domplengan menjelang kampanye, tapi tulus menyelesaikan masalah yang berakar pada tak akuratnya pembangunan disana.

Masalah, Keputusan dan Pemilu

Masalah adalah selisih antara harapan dengan kenyataan. Memiliki harapan yang terlalu tinggi membuat kenyataan yang dihadapi jauh dari harapan. Ada masalah, ketika selisih antara harapan dengan kenyataan adalah minus.

Pengambilan keputusan adalah memilih alternatif terbaik di antara banyak alternatif. Keputusan yang tepat bisa diambil ketika berbagai alternatif bisa dibandingkan satu dengan lainnya, baik dari sisi kelemahan maupun kelebihannya.

Bangsa Indonesia tentu saja penuh harap dengan masa depannya supaya lebih baik. Pemilu yang akan datang sebenarnya bisa memenuhi harapan itu. Beberapa orang malah sudah tak ada harapan. Apa pun harapannya, yang jelas, akan ada selisih antara harapan dengan kenyataan.

Continue reading