Setelah menempuh perjalanan cukup melelahkan dan sangat menyenangkan di Seattle, Washington DC, Chicago dan Honolulu, berikut saya tuliskan pelajaran penting yang saya dapatkan dari Golden Ticket Trip to USA.

Terima kasih kepada US Embassy Jakarta, RCTI dan teman-teman seperjalanan: Michael Tjandra, Dian Agustin, Dimas Novriandi, Vivi Hasyim, George A Santulli, Lawrence Clamage.

Enjoy!

1. Cintai keluarga

Obama adalah seorang family-man; laki-laki yang mencintai keluarga dan mendapat balasan cinta yang lebih banyak lagi dari keluarganya. Ketika menjadi cucu tunggal (sebelum kelahiran Maya Sutoro) dari Gram dan Toot, di era perbedaan ras masih menjadi masalah; Obama mendapat cinta tak terbatas dari orang-orang di sekelilingnya.

2. Berbuat untuk komunitas

Ketika keadaan ekonomi keluarganya sudah membaik, Obama tak lupa dengan akar hidupnya. Obama, melalui Center for New Horizon, yang terletak di Jl. Marthin Luther King Jr. berbuat dan berbagi dengan komunitasnya. Aktivitas dan kesungguhannya ini adalah awal mengakarnya sosok Obama di grass root. Obama menggunakan cara-cara persuasi dalam politik, terbawa oleh cara-cara persuasinya ketika menjadi Community Activist.

3. Serius dengan pendidikan

Obama Sr adalah lulusan Harvard. Obama lulusan Harvard, Michelle juga lulusan Harvard. Obama serius dengan pendidikannya; karena meyakini bahwa pendidikan akan membukakan dunia berserta peluang-peluang yang ada di dalamnya. Pendidikan akan membuka pikiran, dan pikiran terbuka akan membuat siapa pun bisa menguasai dunia.

4. Mengubah keragaman menjadi harmoni

Obama menghargai keragaman, dan punya kemampuan untuk mengubah keragaman menjadi harmoni. Karena sesungguhnya, harmoni lahir dari keragaman yang dikelola dengan tepat. Obama lahir dan dibersarkan di berbagai tempat yang didominasi oleh keragaman; sehingga karakternya tumbuh dengan penghargaan terhadap keragaman itu sendiri.

5. Get Along

Obama adalah orang yang bisa berbaur, terlibat bersama-sama. Hidup di Hawaii, pulau ‘terpencil’ yang dikelilingi oleh air; ibarat berada dalam satu perahu yang menuju tempat yang sama. Tak ada pilihan untuk sampai sebuah tujuan, kecuali get along; berbaur dan terlibat bersama-sama. Itulah yang ditunjukkannya ketika sudah mencapai posisi cukup tinggi dalam dunia politik, Obama masih bisa berbaur dengan teman-temannya, tanpa ada batasan.

6. Integritas: Do The Talk

Obama punya moto: Yes We Can. Moto itu begitu kuat menjadi isu kampanyenya. Bukan sekedar kalimat pendek penuh makna, tapi semua orang tahu bahwa Yes We Can adalah kesimpulan dari hidupnya. Obama tak hanya mengucapkan kalimat yang menjadi jargon politiknya, tapi Obama menjalani hidup dengan semangat itu. Obama melakukan apa yang dia janjikan, tentu dengan penuh keterbatasan kemampuan.

7. Memberi respek, mendapat respek

Obama mendapat respek dari begitu banyak orang. Tak banyak yang tahu, respek yang didapatkannya adalah buah dari respek yang diberikannya kepada siapa pun yang berada di dekatnya. Ketulusan untuk menghargai orang lain akan berbalas dengan ketulusan yang diberikan oleh orang lain.

8. Mendengarkan sebelum Berbicara

Jika Obama dikenal sebagai orang yang sangat pandai berbicara, pidatonya memukau, tentu bukan karena semata Obama pandai bicara; akan tetapi karena Obama sangat pandai mendengarkan. Obama memahami apa yang dipikirkan orang yang akan diajaknya bicara; pandai mendengarkan, memahami apa yang didengarkan dan memberikan solusi atas masalah yang ia dengarkan. Keahlian utama seorang pembicara yang baik, bukanlah kemampuan berbicara, akan tetapi ilmu dan seni mendengarkan.

9. Menghargai asal usul

Ketika Obama maju sebagai politisi, yang ditonjolkannya adalah sosok politisi yang dididik dan dilatih di Chicago, sebuah kota industri; bukan sosok politisi dari Hawaii. Itu bagian dari strategi. Akan tetapi semua orang tahu, bahwa Obama adalah Anak Hawaii, lahir dan dibesarkan di Hawaii. Banyak pendapat tentang keaslian kelahirannya; apakah benar di Hawaii ataukah di Kenya, akan tetapi Obama tetap dikenal sebagai orang Hawaii. Satu hal yang Obama kontribusikan kepada Indonesia adalah, hampir semua orang Amerika tahu bahwa Obama pernah hidup di Indonesia dan menyukai Indonesia; serta memiliki adik tiri berdarah Indonesia.

10. Fit

Obama mungkin salah satu presiden AS yang paling bugar. Hobinya berolahraga, disiplin tingginya untuk menjaga kesehatan, tentu jadi bagian dari kebugaran tubuhnya yang akan menjaga kebugaran pikirannya. Sejak kecil, remaja hingga dewasa, Obama tak lepas dari aktifitas kebugaran (fitness); dan ini membuatnya selalu nampak bugar. Bagi Obama, kebugaran itu penting, karena aktivitasnya yang luar biasa padat membutuhkan kebugaran fisik, kebugaran emosi, kebugaran spiritual maupun kebugaran pikiran.

Cheers

Seattle – The Emerald City

Washington DC – The Capitol City

Chicago – The Windy City

Hawaii – The Rainbow City

My Twitter Account: @babansarbana

My Facebook Account: babansarbana

US Embassy Jakarta Twitter : @usembassyjkt

US Embassy Jakarta Facebook: USEmbassy.Jakarta

One thought on “10 Pelajaran Penting Napak Tilas Barack Obama

  1. Wah asyik nih……ditunggu cerita-2 menarik lainnya.
    Mas masih inget sama teman TPB dari kediri ? Mas Amin namanya…..waktu itu dia sekjen ya ? salam mas dari mas amin, saya sempat ketemuan minggu lalu, saya ada no hp-nya

    1. wah.. kenal sama Mas Amin… saya kenal banget.. Dikirain masih di Yaman… salam ya… ? ada no HP-nya? kirim email aja ke baban.sarbana@gmail.com. Kebetulan dapat amanah bareng waktu di IPB. Mas Amin jadi Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (legislatif), saya jadi Ketua Organisasi Mahasiswa Angkatan (Eksektutif). Ditunggu kabarnya ya..

  2. Sudah mas, saya kirim no hp via email ya….( email dari wiet_07).

    Mudah-mudahan silaturahminya terus berlanjut ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *